PALEMBANG, Fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan seluruh jalan provinsi di Sumatra Selatan pada 2019 nyaman dan layak. Hal itu diungkapkan saat memberikan sambutan di Griya Agung, Palembang, Sabtu (27/10), usai mendampingi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi melakukan kunker ke Sumsel.
“Kita bangun Sumsel dengan nyata, saya minta pejabat-pejabatnya untuk turun ke lapangan agar mengetahui apa saja yang diinginkan masyarakat. Untuk dari kampung ke bandara butuh juga jalan yang bagus, maka Saya nyatakan seluruh jalan kewajiban provinsi di Sumsel 2019 harus nyaman dan layak,” katanya.
Dikatakanya pula, bahwa sistem lalu lintas bukan hanya diperbaiki infrastrukturnya saja, terlebih sangat dibutuhkan kesadaran bagi pengguna lalu lintas itu sendiri dan penegakan hukum yang benar serta paling penting pengaturan lalu lintas yang baik.
“Saya mendampingi Pak menteri sejak pagi karena beliau sayang dengan kita, manfaatnya itu untuk kita (masyarakat Provinsi Sumsel). Kita menjadi provinsi yang diperhitungkan, begitu mudah akses untuk datang ke Provinsi Sumsel, apalagi Kota Palembang sudah dilengkapi dengan berbagai moda transportasi seperti Light Rail Transit (LRT). Makin bangga kita menjadi orang Sumsel, terima kasih Pak Menteri,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Herman Deru mengaku gembira karena Provinsi Sumsel diberikan 15 bus oleh Menteri Perhubungan untuk moda transportasi rakyat. Selanjutnya, dia berharap Danau Ranau segera menjadi destinasi wisata terbesar setelah Danau Toba, pascaakses bandaranya segera diaktifkan.
“Rawat dengan baik, berikan pelayanan yang bagus. E- money yang terus dipakai untuk mengedukasi masyarakat agar lebih tertib dalam menggunakan transportasi. Jadi kota kita terlihat lebih modern,” pintanya.
Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi ditemui usai memberikan sosialiasi empat tahun kerja Pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla menuturkan, kunkernya kali ini bertujuan untuk memastikan bahwa fungsi-fungsi transportasi itu bisa digunakan dengan baik, di mana bisa memberikan konektivitas yang baik untuk melayani masyarakat.
“Untuk di Kota Palembang kita ingin fungsi dari LRT memang bermanfaaat untuk masyarakat, Pemerintah sudah menginvestasi lebih dari Rp10 triliun untuk Kota Palembang sebagai lifestyle angkutan massal,” tuturnya
Guna meningkatkan efektivitas dari LRT, Menhub menguraikan beberapa hal yang diputuskan, di antaranya adalah menurunkan tarif yang semula Rp10.000 menjadi Rp7.000
Selanjutnya adalah penambahan jam operasional kereta cepat ringan tersebut. Kemudian pula dikatakannya di semua kota, Kementerian Perhubungan selalu mengkampanyekan safety dengan sederhana seperti membagikan helm dan mengimbau untuk mengurangi kecepatan.
“Kalau selama ini LRT beroperasi mulai dari jam 06.00 wib Pagi sampai pukul 18.00 wib, kita putuskan dari pukul 05.00 wib pagi hingga pukul 21.00 wib. Sehingga orang mau berangkat ke bandara dan pulang dari bandara bisa menggunakannya,” tandasnya.(bas)

















