JAKARTA, fornews.co – Insiden pengeroyokan dan intimidasi Aliansi mahasiswa Cipayung Plus Palembang dan jurnalis di depan Mapolda Sumsel, pada Selasa (13/10/2026) kemarin, berujung pada dilaporkannya Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana dan Dirintelkam Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo dilaporkan ke Divisi Pengamanan Internal (Divpropam) Mabes Polri.
Laporan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan ketidakprofesionalan itu, di bawa M Sigit Muhaimin, selaku penerima kuasa resmi dari korban aksi kerusuhan di depan Mapolda Sumsel.
Sigit menyatakan, dalam aduan tersebut pihaknya menyayangkan dugaan tidak adanya penjaminan keamanan aksi, pembiaran terhadap tindakan penganiayaan oleh oknum ormas, hingga dugaan pengaturan skenario pembagian masker oleh ormas yang disinyalir binaan Intelkam Polda Sumsel.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Dumas (SP3D) Nomor: B/2026101600248-00001/I/WAS.2.4/2026/Divpropam tertanggal 16 Oktober 2026, Bagyanduan Divpropam Polri telah menindaklanjuti pengaduan itu dengan melimpahkannya ke Kabag Binpam Biro Paminal untuk ditindaklanjuti.
“Kami berharap Divpropam Mabes Polri dapat mengusut tuntas laporan ini secara transparan, profesional, dan berkeadilan, serta memberikan sanksi tegas kepada jajaran yang terbukti lalai dan tidak profesional dalam menjalankan tugas pengamanan,” tegas dia, Sabtu (17/10/2026).
Sementara terlepas dari laporan tersebut, pihak Polda Sumsel disebut telah menangkap dua oknum dari ornas yang diduga melakukan pengeroyokan dan intimidasi terhadap kalangan mahasiswa dan dua jurnalis yakni, Edo Pratama bin Beni dan Asnanda Firmansyah bin Karim.
Untuk diketahui, insiden pengeroyokan dan intimidasi tersebut bermula, saat Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Palembang, hendak menggelar aksi menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10)2026).
Lalu jurnalis Tribun Sumsel, Rachmat Kurniawan dan Mulyadi, jurnalis PalTV hendak meliput proses aksi tersebut. Namun, secara bersamaan, ada rombongan yang mengenakan pakaian hitam sedang ada pembagian masker.
Lalu tanpa hal ihwal, tiba-tiba dua kelompok tersebut bersitegang hingga terjadi keributan dan berujung ricuh. Jurnalis Tribun Sumsel dan Pal TV yang sudah berada di lokasi, turut menjadi sasaran kemarahan sejumlah massa.
Mereka dituduh membawa senjata tajam, diintimidasi, nyaris dirampas handphone-nya hingga dikeroyok oleh lebih dari 5 orang. Akibatnya, kedua jurnalis tersebut mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang. (aha)

















