PALEMBANG, fornews.co-Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Hendra Gunawan-Mulyana (H2G-MULYANA) diprediksi mampu mengungguli pasangan Ratna Machmud-Suwarti ( RAMAH BERARTI) pada Pilkada Kabupaten Musi Rawas (Mura) 2020 nanti.
Hasil survei Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) dari tanggal 2 -8 November 2020 menyebut, suara dari Suwarti sebagai menjabat Wakil Bupati Mura tidak ada perubahan yang signifikan.
Menurut Direktur Eksekutif LKPI, Arianto, memang pihaknya melihat dari survei elektabilitas Suwarti agak tinggi. Karena setelah menjadi Wakil Hendra Gunawan, pada Pilkada Mura 2020 ini diharapkan jadi nomor 1.
“Ternyata masih nomor dua. Artinya sama saja tetap tidak ada beda. Jadi tidak ada perubahan yang signifikan. Kecuali kalau suwarti kemarin mencalonkan sebagai bupati,” ujar Arianto, pada rilis LKPI Menakar kekuatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Kabupaten Musi Rawas 2020, Minggu (15/11).
Arianto mengungkapkan, bahwa sebanyak 420 responden dari 42 desa/kelurahan yang tersebar di Mura.
Metode yang digunakan Stratified Multistage Rrandom Sampling dengan marjin of error +/- 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan tatap muka dengan melibatkan mahasiswa yang berasal dari Palembang. Nah, pihaknya menemukan survei untuk simulasi dengan memakai contoh kertas surat suara.
“Hasilnya elektabilitas Hendra-Mulyana 60,7 persen dan Ratna-Suwarti 29,8 persen. Sedangkan massa yang belum menentukan pilihan 9,5 %. Kuatnya tarikan elektoral paslon H2G-Mulyana tidak lepas dari kinerjanya yang baik di masyarakat,” ungkap dia.
Arianto menjelaskan, kinerja yang baik merupakan bukti kepercayaan masyarakat terhadap H2G-MULYANA. Faktor tersebut menjadi satu alasan bagi warga yang menjatuhkan pilihan kepada H2G-MULYANA.
“Tolak ukur Hendra Gunawan selama memimpin kabupaten Musirawas dirasakan masyarakat sangat puas (6 %), puas (65 %), tidak puas (27 %), tidak puas sama sekali (0,4 %) dan tidak tahu/rahasia (1,6%). Tingkat kepuasan masyarakat yang baik merupakan modal utama bagi siapa saja yang akan maju dalam pilkada untuk unggul,” jelas dia.
Mantan auditor konvensi survei calon presiden partai Demokrat itu memaparkan, alasan warga menjatuhkan pilihan ke pasangan H2G-MULYANA lantaran sudah ada bukti hasil kerja yang nyata dan orangnya perhatian pada rakyat.
“Serta mampu membawa perubahan lebih baik untuk kabupaten Mura. Apalagi membawa perubahan yang lebih baik dari sebagai kabupaten yang berstatus tertinggal menjadi status tidak tertinggal secara nasional,” papar dia.
Hasil survei mereka, terang Arianto, ditemukan jarak elektabilitas H2G-MULYANA dengan RAMAH BERARTI cukup jauh, yakni sekitar 30 persen. Kalau tidak ada kejadian luar biasa, H2G-MULYANA akan memenangkan pilkada Musirawas.
“Bahkan potensi untuk unggul diatas 70 persen bisa diraih H2G-MULYANA dari uji statistik yang kita lakukan,” terang mantan kordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu.
Kemudian, urai dia, untuk tingkat popularitas (kedikenalan) dan akseptabilitas (kedisukaan), Hendra Gunawan popularitasnya mencapai 99 persen dan akseptabilitas 96 persen. Sedangkan popularitas Suwarti 87 persen dan akseptabilitas 78 persen.
Berikutnya, popularitas Ratna Machmud 86 persen dan akseptabilitas 80 persen. Terakhir, popularitas Mulyana 64 persen dan akseptabilitas 63 persen.
“Dengan Pilkada yang haya menyisahkan waktu satu bulan lagi. Masyarakat sudah punya pilihan masing-masing dan yang belum menentukan pilihan sudah sangat kecil. Sulit untuk terjadi perubahan yang signifikan melihat rentan waktu pilkada yang semakin dekat,” urai dia.
“Tingkat kemantapan pilihan pada masing-masing paslon mayoritas sudah cukup kuat yakni diatas 68 persen. Dari parameter survei yang kita ukur, mayoritas sudah dipenuhi H2G-MULYANA untuk memenangkan kontestasi pilkada kabupaten Musirawas 9 Desember 2020,” tandas dia.(aha)

















