
BATURAJA-Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (Wabup OKU), Drs Johan Anuar SH MM mengharapkan, kiprah dari para pengusaha muda khususnya yang tergabung dalam Himpunan Pengusana Muda Indonesia (HIPMI) di daerah ini.
“Selama ini kita belum melihat peranan dari HIPMI OKU. Kalau secara nasional tidak diragukan lagi, tapi bagaimana kiprah HIPMI sendiri yang ada di OKU,” ujar Johan, pada sambutannya saat menghadiri Musyawarah Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Muscab HIPMI) Kabupaten OKU, di Gedung SKB Baturaja, Senin (17/10).
Dia menjelaskan, HIPMI merupakan suatu wadah organisasi para pemula/pemuda yang bergerak di bidang usaha atau enterpreneur. Politisi Partai Golkar ini menilai, mereka yang tergabung pada HIPMi jelas masih energik dan memiliki ambisi atau keinginan besar untuk maju. “Karenanya, kita sangat berharap sekali sebagai mitra pemerintah daerah ogrnaisasi ini berkiprah dan turut serta dalam meningkatkan pembangunan di OKU,” harapnya.
Lanjut Johan, banyak hal yang bisa dilakukan, terutama dalam mengentaskan kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Selain itu, pemikiran dan ide-idenya bisa disandingkan untuk percepatan pembangunan daerah. “Jangan justru, isinya pemuda tetapi tidak ada gaungnya. Kita harus menunjukkan kemampuan dalam membangunan daerah, termasuk organisasi itu sendiri,” katanya.
Untuk itu, dia juga memberikan masukan bagi Pengurus DPC HIPMI OKU, pada Muscab tersebut benar-benar melibatkan pengusaha muda yang mau berorganisasi. Bukan sekedar mencantumkan nama saja, tetapi tidak ada kemampuan dalam berorganisasi. “HIPMI mendatang, harus bisa mengemban tongkat estafet dan berperan mengisi pembangunan guna kemajuan OKU,” imbuh Johan.
Acara tersebut selain dihadiri Wabup OKU, Drs Johan Anuar SH MM, tampak pula Asisten I Mirdaili SSTP MSI, Asisten II Oktovianus, Kabag Humas dan Protokol Riduan SAg, Kabag Adm Kemasyarakat Tomi SH MSI, Kabag Adm Kesra Kadarisman, dan para pengusaha muda di OKU dan kabupaten tetangga.
Sementara, Ketua DPD HIPMI Sumsel, Yudha Pratomo ST MSc PHd menyampaikan, pada organisasi yang dipimpinnya tersebut menghimpung para pengusahan yang usianya masih di bawah 40 tahun. Jelas hal itu menjadi tantangan dalam diri HIPMI untuk mampu berkiprah dan bersaing didunia usaha. Terutama berkontribusi terhadap pemerintah membangun daerah.
“Karena isinya masih muda-muda, jelas emosinya masih belum bisa sepenuhnya terkontrol dan juga suka merajuk. Tapi, hal ini tentunya dengan perjalanan berorganisasi dapat menempah menjadi kepribadian yang handal dan menjadi generasi siap menghadapi tantangan, baik sebagai pengusaha maupun mitra pemerintah,” tuturnya, sembari berharap kepada pemerintah untuk memaklumi sikap dari anggota HIPMI emosinya belum terkontrol.
Sambung Yuda, Muscab HIPMI sendiri merupakan rangkaian terapan menuju Musda yang kepengurusannya akan berakhir pada Desember mendatang. “Karenanya sebelum berakhir masa jabatan, kami lakukan perapian di tingkat Cabang. Ada sembilan kabupaten/kota yang sudah seperti Palembang, Mura, Muratara, PALI, Muaraenim, dan Prabumulih. Yang sedang dan akan berjalan yakni Kabupaten OKU Induk, OKU Selatan dan OKU Timur,” bebernya.
Dia juga berpesan, umumnya setiap penyelenggaraan Muscab, Musda maupun Munas, sedikit memanas. Maka dari itu, Muscab kalau berdinamika, harus dilakkan secara konstruktif dan kritik membangun serta memberi solusi terhadap permasalahan yang muncul. “Kita harus bersatu. Karena dengan begitu, keberadaan kita akan diperhitungkan dan dapat menjadi besar. Bukan hanya terhadap organisasi, melainkan juga bagi kita pribadi,” tukasnya.(ibr)

















