
PALEMBANG, fornews-co-Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumsel Joncik Muhammad menyatakan, persoalan dualisme yang ada di HMI Cabang Palembang, harus diselesaikan secara intenal dengan mengutamakan intelektualitas.
“KAHMI tetap bersikap netral dan tidak akan memihak dalam kaitannya dengan persoalan dualisme di tubuh HMI Cabang Palembang. Karena HMI memiliki organisasi diatasnya, yakni Badko HMI. Organisasi inilah yang dapat mengintervensi untuk melakukan penyelesaian dualisme ini,” ujarnya, saat menerima pengurus HMI Cabang Palembang, didampingi Sekretaris KAHMI Sumsel Kamil Habibi dan Bendahara Rusdi Tahar, Jumat (05/05).
Joncik menerangkan, KAHMI Sumsel merupakan organisasi yang secara historis segaris dengan HMI, namun berada diluar dari HMI. KAHMI Sumsel sendiri, siap mendukung apapun program-program yang akan dilaksanakan oleh HMI Cabang Palembang. “KAHMI Sumsel berharap persoalan ditubuh HMI Cabang Palembang dapat segera di selesaikan. Budaya dari HMI inikan lebih mengutamakan intelektualitas daripada kekerasan,” terangnya.
Sementara, Ketua HMI Cabang Palembang terpilih Arif Wicaksono menuturkan, pihaknya sudah mendapat Surat Keputusan (SK) dari PB HMI, untuk segera melakukan pelantikan yang akan berlangsung pada 10 Mei akan datang. “Kami sengaja melakukan audiensi dengan pengurus KAHMI Sumsel, untuk mengundang pelaksanaan pelantikan nanti,” tuturnya.
Terkait masalah dualisme, Arief menambahkan, saat ini mereka memang mencoba menyelesaikan secara intenal. “Kita berharap, agar para pengurus sama-sama membuka diri untuk membawa kemajuan bersama di tubuh HMI Cabang Palembang,” tandasnya. (tul)

















