
PALEMBANG, fornews.co-Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Sumsel Dr. Sudirman D. Hury menyampaikan, 60% lebih warga binaan kemasyarakatan merupakan pemilik kasus narkoba.
“Ini persoalan bangsa, tidak hanya persolan kami dan tidak hanya persoalan Pemprov Sumsel. Pada kesempatan ini, saya sampaikan kepada gubernur, agar mensinergikan untuk supaya di Sumsel seperti masalah nakroba lebih diatasi lagi karena ini akan merusakan generasi-genarasi yang akan datang,” ujarnya, disela-sela acara penyerahan secar hibah Aset Pemprov Sumsel berupa Bangunan Gedung Blok Hunian Warga Binaan Rumah Tahanan Kelas 1 Palembang berada di Rutan Pakjo, kepada Kanwil Kementrian Hukum dan HAM di ruang rapat Gubernur Sumsel, Jumat (05/05).
Sudirman melaporlkan, khusus rumah tahanan kelas 1 Palembang, saat ini dihuni 1.624 warga binaan kemasyarakatan, baik napi, maupun tahanan yang merupakan titipan dari kepolisan, pengadilan dan kejaksaan.
Dari jumlah penghuni tersebut, pihaknya meminta agar air dan listrik di lingkungan lembaga kemasyarakatan dan rumah tahanan, tidak ada yang tersendat dan pemadaman. Kepada pihak PLN, mohon perhatian penuh agar jangan adanya pemadaman listik lebih dari dua atau tiga jam.
“Karena ini sangat-sangat rawan bagi kami. Karena, bisa membuat pemicu mereka yang di dalam, untuk mencari-cari celah apa yang harus dilakukan untuk melawan secara tidak langsung. Jadi, kalau tidak ada hal semacam itu seperti air tersendat dan listrik padam maka tidak adanya ricuh yang luar biasa,” pintanya.
Sudirman melanjutkan, pembinaan warga binaan tidak cukup hanya Kementrian Hukum dan HAM saja. Tapi, harus ada sinergi keterpaduan masyarakat, pemerintah daerah dan juga warga binaan itu sendiri. “Agar lebih efektif dan tercapailah Reintegrasi sosial yang menjadi konsep kami melakukan pembinaan terhadap saudara-saudara yang berada didalam sana,” tukasnya, seraya menambahkan, banyak mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin, yang telah memberikan suatu hal yang sangat bermakna bagi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.
Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, memang salah mereka masuk kesana. Namun, mereka juga harus diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri, karena mereka juga manusia.
“Fasilitas di rutan sebaiknya jadi perhatian. Pertama adalah air bersih, kemudian ruangan diperbaiki, berikan alat perlengkapan olahraga serta pasang TV diruangan pertemuan,” terangnya.
Berhubung ada Komisaris Utama Bank Sumsel Babel Yusri Effendy, ujar Alex, maka pihaknya akan menghimpun dana bantuan dari bank-bank yang ada di Sumsel. “Bahwa untuk mengurangi penderitaan sesama manusia besar pahalanya,” pungkasnya. (tul)
















