JAKARTA, fornews.co – Total nilai bantuan penanganan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) yang telah tersalurkan mencapai Rp100.484.346.880.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, saat memberi keterangan pers di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta (Senin/29/2025).
“Total nilai bantuan penanganan tanggap darurat bencana Sumatera yang sudah tersalur sebanyak Rp100.484.346.880 berupa lauk-lauk, family kit, kids wear, dan kebutuhan bahan makanan untuk 42 dapur umum,” ujar dia.
Dari total nilai tersebut, Agus Jabo memerinci, bantuan itu terdiri dari Rp43.606.958.300 untuk Aceh, Rp19.418.596.580 untuk Sumbar, dan Rp37.458.792.000 untuk Sumut.
Berikutnya, sambung dia, pemerintah juga telah menyalurkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp15 juta per orang kepada 86 ahli waris dengan total Rp1.290.000.000. Lalu, setiap data korban yang telah diverifikasi oleh bupati, wali kota, dan BNPB akan segera ditindaklanjuti untuk proses pencairan.
“Setiap data yang telah diverifikasi oleh bupati, oleh wali kota, dan BNPB, segera akan kami tindak lanjuti dengan proses pencairan untuk santunan korban meninggal tersebut,” kata dia.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan pascabencana yang siap disalurkan seperti, bantuan tunai Rp3.000.000 per keluarga, untuk kebutuhan perabotan rumah tangga bagi penerima hunian sementara maupun hunian tetap.
“Bantuan tambahan lauk-pauk sebesar Rp450.000 per orang per bulan selama tiga bulan, serta dukungan pemberdayaan ekonomi pascabencana secara tunai senilai Rp5.000.000 per keluarga sesuai hasil asesmen,” ungkap dia.
Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melanjutkan, distribusi logistik dalam satu bulan terakhir telah menyalurkan 1.526 ton dengan persentase distribusi mencapai 97 persen.
Khusus di Posko Iskandar Muda, Aceh, distribusi logistik tercatat sebesar 80,93 persen, sedangkan di Sumut distribusi logistik di Posko Silangit mencapai 98,2 persen dan di Posko Kualanamu sebesar 72,4 persen, serta di Sumbar mencapai 93,5 persen.
“SOP kami itu tidak ada barang yang datang tinggal lebih dari 2×24 jam. Semua pasti langsung terdistribusi. Jadi laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen,” jelas dia.
Nah untuk dana tunggu hunian, Abdul Muhari menerangkan, sebanyak 16.264 kepala keluarga (KK) telah terdata secara by name by address dan tervalidasi dengan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Dana sebesar Rp600.000 per KK per bulan itu akan disalurkan dengan mekanisme jemput bola melalui bank-bank Himbara. Jadi masyarakat tidak perlu antre di bank,” terang dia.
“Rekening penerima telah dibuka dan penyaluran tahap pertama akan segera dilakukan, sementara pendataan tahap berikutnya terus berjalan,” tandas dia. (aha)

















