
PALEMBANG–Saat berorasi pada kegiatan Nusantara Bersatu di wilayah Sumsel, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki mengatakan, masyarakat Sumsel adalah masyarakat yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat setempat. Budaya Lokal Sumsel telah menjadi perekat persaudaraan diantara para penduduk yang mendiami wilayah ini.
“Apakah mereka yang lahir dan besar disini, maupun yang telah menetapkan hatinya untuk menetap di wilayah Sumsel, semuanya bahu membahu dan berjuang bersama untuk membesarkan nama harum Bumi Sriwijaya. Satu untuk semua dan semua untuk satu, yaitu Sumatera Selatan Gemilang yang bercahaya dan bersinar baik di kanca nasional maupun internasional,” ungkapnya, di tempat acara dipelataran BKB (Benteng Kuto Besak) Palembang, Rabu (30/11).
Ishak Mekki menuturkan, Sumsel bertekad untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang bermartabat dan diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia. Jadi, semua komponen masyarakat Sumsel harus bersatu padu, bahu membahu, menjaga kondisi wilayah Sumsel agar selalu aman dan damai. Citra masyarakat Sumatera Selatan yang sopan dan santun harus di jaga dan lestarikan bersama agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang sejuk dan kompak.
“Jangan terpengaruh kejadian di wilayah lain. Jangan biarkan masyarakat kita terpecah belah. Junjung tinggi persaudaraan yang selama ini kita bangun bersama. Agar senantiasa tercipta Sumatera Selatan yang maju perekonomian, pembangunan, makmur rakyatnya, damai masyarakatnya. Jauhkan masyarakat kita dari kata konflik sehingga pembangunan ini dapat terus berlangsung demi,” tegasnya.
Sementara, Pangdam II Sriwiyaya Mayjen TNI Sudirman mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di 5 Provinsi wilayah Kodam II Sriwijaya, yakni Provinsi Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumsel dan Babel. Untuk Sumsel terpusat di BKB Palembang. Kegiatan ini untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, saling menghormati sesama umat beragama serta menjaga perdamaian kepada siapapun baik di dalam maupun di luar negeri.
“Diharapkan, semangat Bhinneka Tunggal Ika terus meningkat di dalam diri masyarakat, serta memiliki jiwa nasionallisme yang tinggi untuk turut serta bela negara, terbangunnya rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa dan turut serta dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia”, ungkapnya.
Ribuan masyarakat dari ormas, ulama, perguruan tinggi, sekolah, organisasi pemuda, masyarakat, budayawan, musisi, TNI, Polri dan keluarga serta komponen masyarakat lain yang menjadi peserta Nusantara Satu, menggunakan seragam organisasi masing-masing, serta menggunakan pakaian adat disertai ikat kepala Merah Putih, sebagai simbol rasa cinta tanah air, bela negara, rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Satu persatu pimpinan organisasi menyampaikan orasi kebangsaan tentang 4 konsesnsus dasar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika), diawali oleh Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, kemudian Tokoh Masyarakat, Tokok Pemuda dan Tokoh Agama. Kemudian, Pembacaan Puisi oleh Budayawan, Pemuda, dan Pelajar, puisi tentang : Bangsaku, Bangsamu, Bangsa Kita, Indonesia mu dan Indonesia Kita.
Selain itu, nampak dinyanyikan bersama lagu-lagu wajib, Doa bersama secara bergantian oleh Tokoh Lintas Agama, serta kegiatan tambahan berupa tampilan kesenian/tarian daerah, drum band dan pameran alutsista TNI. (tul)

















