
SEKAYU, fornews.co- Kepala Kepolisian Resor Musi Banyuasin (Kapolres Muba) AKBP Julihan Muntaha SIk, mengintruksikan kepada jajarannya untuk menindak tegas (tembak ditempat) oknum masyarakat yang mencoba untuk merusak kondusigitas di Bumi Serasan Sekate, selama Pilkada.
Demikian itu disampaikan Julihan Muntaha, usai memimpin Apel Kesiapan Polri dan Linmas di halaman Mapolres Muba, Kamis (09/02). “Oh iya dong, kalau itu sifatnya harus kita tembak, kita akan ambil tindakan tegas, tanpa kompromi,” tegasnya.
Sementara dalam arahannya, Kapolres menekankan agar Polri dan Linmas lebih bersikap protektif, dan progresif dalam hal pelanggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muba. “Semua yang terlibat harus proaktif, progresif dan siaga penuh, jangan ada kelalaian sekecil apapun,” ujarnya.
Dia menilai, tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap rawan adalah TPS yang berada di daerah perairan, potensi yang mungkin terjadi adalah, penggelembungan suara, pengrusakan TPS. “Karena daerah itu kan jauh, jauh dari jangkauan, pantauan kemudian juga sistem alam yang pasang surut, makanya itu jadi perhatian tersendiri,” pintanya, sembari mengatakan bahwa pengamanan akan dilakukan sampai dengan pelantikan Bupati dan Wakil bupati Muba.
Dalam pengalaman Pilkada Muba, Polres menerjunkan sebanyak 363 personel, kemudian BKO Polda Sumsel, sebanyak 210 personel, dan Brimob 65 personil, sementara personil linmas sebanyak 4.790 terdiri dari, linmas tak langsung sebanyak 1.862 personil, dan yang langsung atau Pam TPS sebanyak 2.928 personil. Pada Pilkada Muba, jumlah TPS mencapai 1.462 yang tersebar di 14 kecamatan. (cak)

















