JOGJA, fornews.co — Warga Kelurahan Bumijo, Kota Jogja, berupaya menjaga kesenian tradisional dari kepunahan di tengah gempuran modernisasi.
Pentingnya regenerasi dalam seni tradisional terhadap nilai-nilai luhur budaya diwujudkan warga Kelurahan Bumijo melalui pelatihan karawitan.
Kegiatan ini bagian dari program pembinaan seni tradisional untuk menghidupkan kembali seni gamelan di tengah masyarakat khususnya kalangan generasi muda.
Hal itu disampaikan Lurah Bumijo, Ani Purwati, S.Sos., dalam sambutannya membuka pelatihan karawitan di Balai RT 48, Ahad kemarin, 18 Mei 2025.
Pelatihan karawitan yang diikuti oleh warga Kelurahan Bumijo tidak hanya sekadar memainkan alat gamelan secara berkelompok, namun, juga mengenal sejarah kesenian tradisional lebih dalam.
“Pelatihan karawitan ini bukan hanya soal seni, tapi juga soal membangun karakter, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap budaya kita sendiri,” kata Ani.
Pelatihan yang diikuti remaja hingga orang tua antusias belajar dan memainkan gamelan mulai dari saron, bonang, demung, kendang dan gong.
Pelatihan karawitan manjadi salah satu cara untuk menjaga kesenian tradisional Jawa dari kepunahan, khususnya di Jogja.
“Pelatihan karawitan ini merupakan komitmen nyata Kelurahan Bumijo mendukung pelestarian budaya Jawa di tengah masyarakat urban,” tandasnya.

















