JAKARTA, fornews.co-Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyatakan, permintaan pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara (Sumut), Dahlan Hasan Nasution, lantaran kekalahan calon yang didukungnya dinilai salah alamat.
“Harusnya kalau seorang bupati ada keinginan mau mundur, itu diajukan dulu ke DPRD. Kemudian hasilnya diserahkan kepada gubernur, baru gubernur menyerahkan kepada Mendagri. Itu saja,” ujarnya kepada wartawan, usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/04) siang, seperti dikutip dari setkab.go.id.
Namun, Tjahjo Kumolo mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan Pemda Sumut, terkait dengan permintaan pengunduran diri Bupati Madina itu. Pihaknya berjanji akan memaggil Bupati Madina karena ini sebuah proses yang tidak lazim.
“Seorang bupati yang cukup berhasil di daerahnya kenapa hanya masalah politis pertimbangannya dia mundur. Itu saja. Kalau kami setujui nanti akan menjadi sebuah preseden,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada tanggal 18 April 2019 lalu, Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution, mengirimkan surat kepada Presiden RI d.p Menteri Dalam Negeri, perihal Permohonan Berhenti Dari Jabatan Bupati. Dahlan Hasan menuliskan bahwa ada kekecewaan karena hasil Pemilu 2019 tidak seperti yang diharapkan. Walaupun pelaksanaan Pemilu di Mandailing Natal berjalan lancara, aman dan terkendali.
Dalam surat bernomor : 019.6/1214/TUPIM/2019 itu, Dahlan Hasan Nasution melanjutkan, bahwa dalam tiga tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup signifikan, antara lain pembangunan pelabuhan palimbungan, rumah sakit, lanjutan pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, rencana pembangunan Bandara Bukit Malintang, rencana pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan setelah terbakar pada bulan Syawal yang lalu dan lain-lain.
“Sejalan dengan uraian di atas dan mengingat pencerahan sudah cukup kami berikan kepada semua lapisan, baik bersama beberapa putra daerah disertai ulama yang berdomisili di Jakarta/Medan, namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai pembangunan. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini, dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal,” tulisnya.
Dahlan melanjutkan, walau nanti dirinya tidak menjabat lagi sebagai bupati, namun tetap setia kepada Presiden dan akan berjanji siap membantu sepenuhnya manakala diperlukan. (tul)
















