PALEMBANG, fornews.co – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel, memperkirakan masih ada jutaan kendaraan bermotor (roda dua dan roda empat) yang tidak membayar pajak.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumsel, Kombes Pol M Taslim CH mengatakan, berdasarkan data yang dimiliknya, sebanyak 2,5 juta dari 2009 sampai 2017. Namun, menurutnya data tersebut belum fix.
“Kami belum tahu detail kendaraan yang beroperasi, serta peningkatan setiap tahunnya,” ungkapnya kepada jurnalis Rabu (03/01).
Sementara, berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel, sepanjang tahun 2017 ada sekitar 1.066.403 unit kendaraan bermotor yang aktif membayar pajak.
“Jumlah itu meningkat dibandingkan 2016 meskipun tidak terlalu signifikan. Kenaikan hanya berkisar 2-5%,” ujar Kepala Bapenda Sumsel, Dra Hj Neng Muhaiba MM.
Kabid Pajak Bapenda Sumsel Salahuddin menambahkan, memang jumlah kendaraan tersebut meningkat meski tidak signifikan. “Pertumbuhan ini karena sajian kreditan kendaraan yang semakin mudah dan murah, serta adanya aplikasi seperti Grab dan Go Car, sehingga masyarakat pun membeli kendaran baru,” katanya.
Salahuddin memprediksi, total jumlah kendaraan di Sumsel berkisar 3 juta unit dari 2006 sampai 2017. Namun menurut dia, tidak seluruhnya beroperasi karena kemungkinan rusak atau lainnya.
“Data ini didapatkan sejak adanya sistem informasi komputer di Kantor Bapenda,” ucapnya.
Ke depan, pihaknya bakal mengoptimalkan penarikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mengingat target PKB 2018 meningkat menjadi Rp875 miliar dari sebelumnya yang hanya senilai Rp850 miliar.
Untuk itu, pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bahkan melakukan door to door untuk menagih PKB. “Saat ini memang target pajak 2017 tercapai dari segi PKB, tapi ke depan kami akan mengoptimalkannya lagi,” pungkasnya. (bas)
















