
PALEMBANG, fornews.co-Kampung Al Munawar dinyatakan resmi sebagai Kampung Wisata Al-Munawar, setelah ditandatangani Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI Prof Dr Ir I Gde Pitana M.Sc, Sabtu (11/02).
“Sebuah destinasi pariwisata Al Munawar bisa maju, jika mampu mempertahankan keunikan dan keasliannya (autentik). Unik harus ada sesuatu yang unik, karena tamu tidak akan menginap jika tidak ada yang unik. Kemudian, keaslian. kampung ini harus dikemas dan tidak dilupakan. Pariwisata ini bukan lagi tentang bersenang senang, tapi lebih mencari pengalaman dan pengetahuan,” ungkapnya, saat menyampaikan sambutan pada peresmian Kampung Wisata Al-Munawar, di Kelurahan 13 Ulu, Sabtu (11/02).
I Gde Pitana mengungkapkan, ketika membangun atraksi desa atau tempat wisata, jangan selalu mendikotomikan pariwisata dengan lingkungan dan budaya. Karena, selama ini ada pemikiran bahwa dengan adanya pengembangan pariwisata di satu tempat, akan berpengaruh pada lingkungan, budaya bahkan agama.
Gde mencontohkan pariwisata di Bali, yang sudah berkembang selama 100 tahun ini. Tapi apakah ada yang berani mengatakan bahwa keagamaan di Bali itu hancur. Sama halnya dengan Malaysia atau Aceh yang juga mengembangkan pariwisata, namun tidak merusak agama.
“Karena pembangunan wisata ini, bisa dilakukan bersama berkembangan dengan lingkungan, budaya dan agama. Saya mengajak semua, mari ubah cara berpikir dengan meyakini tidak ada hubungan dikotomis dengan hubungan apapun, ” ungkapnya.
Saat pertama masuk kampung Al- Munawar ini, tutur Gde Pitana, ada suasana yang luar biasa nyaman, dan ada sambutan yang ramah tamah dari masyatakat. Suasana dan kondisi, sebaiknya harus dipertahankan. Karena, kebersihan juga merupakan hal yang diharuskan dalam agama.
“Contoh kegiatan reliji yang berkembang bersama pariwisata, yakni memerlukan kebersihan, keramah tamahan. Jangan pertentangkan pariwisata dengan semua hal tersebut. Saya bangga dengan masyarakat Al Munawar, yang bisa mengubah kampung ini menjadi kampung wisata. Kami juga berjanji akan memasarkan kampung ini le kawasan Timur Tengah dan masyarakat dunia,” paparnya.

Sementara, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meminta, agar menjaga keamanan Kampung Wisata Al-Munawar ini. Karena, baru dipoles sedikit kampung ini sudah banyak yang berkunjung. Alex memaparkan, kalau soal unik dan autentik, kampung ini banyak yang unik, mulai dari benda rumah yang sudah berdiri 250 tahun.
“Kalau autentik, ya masyarakatnya asli Arab yang sudah datang sekitar 350 tahun lalu. Walaupun sudah berasimilasi, namun keauntentikannya tetap terjaga. Sekarang kita yang menjadi ahli warisnya harus menjaga semua ini, kadang yang merusak ini bukan orang lain, tapi dari orang kita sendiri,” paparnya.
Tokoh Masyarakat Al Munawar Syarif menambahkan, setelah resmi menjadi kampung wisata, maka kedepan ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan, agar wisata reliji di Kampung Wisata Al-Munawar bisa didatangi oleh turis-turis dari Indonesia dan mancanegara. “Salah satu contoh beberapa hari lalu, sudah ada kunjungan dari siswa dari Bogor dan Malaysia. Tapi kami tetap meminta dukungan dan bimbingan dari semuanya, agar Kampung Al Munawar ini lebih baik lagi,” pungkasnya. (tul)

















