PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC memberikan libur tambahan kepada para pemain, pelatih dan ofisial.
Tim Sriwijaya FC sebelumnya dijadwalkan kembali berkumpul di Kota Palembang, Selasa (24/03). Akan tetapi dikarenakan belum ada kejelasan kapan kompetisi akan kembali bergulir, maka manajemen pun memutuskan untuk menambah waktu libur tim yang sebagian besar tengah berada di kampung halaman masing-masing bersama keluarga.
“Diinformasikan kepada seluruh teman-teman pelatih, pemain dan ofisial, bahwa libur diperpanjang seminggu ke depan lagi dan menunggu informasi selanjutnya,” ujar Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin dalam pesan singkat yang dikirimkan ke tim.
Menurut HZ, sebagai imbas Covid-19 yang semakin meluas persebarannya di Indonesia, berbagai kegiatan yang melibatkan orang banyak memang dibatasi atau ditunda oleh Pemerintah. Termasuk juga kompetisi Liga 2 2020 yang baru memainkan laga pekan pertama.
“Ya mau bagaimana lagi, memang kondisinya sekarang begini. Tidak hanya Indonesia, hampir seluruh dunia sedang berjuang melawan corona. Kita tunggu saja bagaimana keputusan PSSI dan PT LIB mengenai nasib kompetisi,” tuturnya.
Sebelumnya Ketua PSSI Mochamad Iriawan resmi menghentikan kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 hingga waktu yang tidak ditentukan. Keputusan menindaklanjuti arahan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait penyebaran virus Covid-19 dan surat dari Menpora tentang protokol kewaspadaan pencegahan wabah virus tersebut bagi kegiatan olahraga.
“Kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara waktu dihentikan,” kata Iriawan dalam surat yang ditujukan untuk Direktur Utama PT LIB.
“Pencabutan atas penghentian Shopee Liga 1 dan Liga 2 akan menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai penyebaran Covid-19 di Indonesia, yang akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI,” tambahnya.
Iriawan juga menginstruksikan PT LIB untuk menyusun langkah-langkah terkait situasi penghentian sementara kompetisi.
“Menyusun kembali jadwal Shopee Liga 1 dan Liga 2 dengan mempersiapkan hal-hal teknis serta administratif. Melakukan komunikasi dengan pihak keamanan terkait perubahan jadwal kompetisi. Membuat kajian manajemen keuangan di masing-masing klub dan LIB secara menyeluruh dalam kondisi terburuk,” ungkap Iriawan. (ije)

















