
SEKAYU, fornews.co-Pada kunjungannya ke kediaman keturunan Pangeran Seba’in dan Pangeran Abdul Hamid Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Bumi Serasan Sekate, karena jarang sekali berkunjung ke daerah yang pernah dipimpinnya selama dua periode tersebut.
“Saya minta maaf, kalau tidak bisa terlalu sering menemui para nenek, uwak, nakan, dan seluruh dulur di Muba. Tapi percayalah Muba, tetap ada dalam hati dan pikiran,” ujarnya, saat menghadiri syukuran sekaligus silaturahmi dengan keluarga besar Pangeran Seba’in dan Pangeran Abdul Hamid beserta masyarakat Sekayu dan sekitarnya di kediaman H Hasan Usman SE, Jalan Masjid Jamik An-Nur No146 Lk III Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu, Muba, Minggu (05/02).
Alex menjelaskan, saat ini perhatiannya harus terbagi untuk 17 kabupaten/kota di Sumsel, tidak bisa fokus hanya pada satu daerah saja. Semua harus mendapat perhatian yang sama, sehingga pembangunan bisa merata bagi masyarakat Bumi Sriwijaya. “Syukur Alhamdulillah, kita masih dipertemukan bersilaturahmi dengan segenap keluarga besar di Kabupaten Musi Banyuasin,” ucapnya.
Sebagai salah satu keturunan pangeran Abdul Hamid, dirinya bangga karna sampai saat ini tidak pernah memalukan nama keluarga besar, melainkan bisa membanggakan. “Pertama kali keturunan dari dua pangeran ini memimpin Sumatera Selatan, Insya Allah tidak akan memalukan dan tidak akan mengecewakan,” imbuhnya.
Sementara, mewakili keluarga besar, M Hasan Usman menyampaikan bahwa keluarga besar Pangeran Seba’in dan Pangeran Abdul Hamid sangat senang dapat bersilaturahmi bersama keluarga besar Alex Noerdin, walaupun di tengah tugas sebagai Gubernur sangat padat, beliau tetap mempererat tali silaturahmi.
“Atas nama keluarga besar dan masyarakat Musi Banyuasin (Muba), kami bangga dengan Gubernur Alex Noerdin. Selain karna telah menghantarkan banyak kemajuan di daerah ini, Gubernur Alex Noerdin mampu menjawab harapan masyarakat Sumsel dengan sukses membawa Sumsel jauh lebih maju saat ini,” katanya. (cak)
















