BATURAJA, fornews.co – Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ogan Komering Ulu (OKU), masih ada sekitar 526 anak usia didik yang putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdikbud) OKU, H Achmad Tarmizi mengatakan, data anak putus sekolah tersebut merupakan data di tahun 2016. Adapun rincian laki-laki 273 orang dan 253 perempuan, dari usia 0 – 18 yang putus sekolah.
“Dalam hal ini kami (Disdikbud OKU), siap mencari solusi agar semua anak-anak di OKU, bisa mengenyam dunia pendidikan. Saat ini, kami terus mendata dan menginventarisasi anak-anak putus sekolah di seluruh wilayah OKU,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/09).
Menurut Tarmizi, untuk di OKU, siswa sekolah dasar (SD) yang mengenyam pendidikan sekitar 40.000, belum SMP dan SMA. Hal ini, dikategorikannya masih rendah. “Jelas kita prihatin masih ada anak yang putus sekolah. Kami, anak mencarikan solusinya dan membantu siswa yang putus sekolah,” katanya.
Sambung Tarmizi, selama ini banyak anak yang putus sekolah, dikarenakan banyak hal baik itu yang sifatnya pribadi maupun hal teknis lainnya. Seperti, keinginan si anak untuk bersekolah rendah, faktor li gkungan, dan faktor ekonomi.
“Tapi kalau ekonomi ini kan bisa diatasi. Karena sekarang, sudah ada sekolah gratis. Ya kita ingin anak – anak kita cerdas dan hidup baik dengan modal pendidikan. Maka itu, pemerintah dan Disdik siap membantu, asal si anak ada kemauan dan semangat untuk sekolah,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan, agar tetap mengenyam pendidikan, anak yang sudah terlanjur putus sekolah akan diberikan kesempatan menempuh paket a, b dan c. Ia juga menghimbau para orang tua yang anaknya putus sekolah, untuk memasukannya agar mengikuti sekolah. “Jangan sampai putus sekolah, apalagi sekarang ini program wajib belajar 12 tahun,” jelasnya.
Kesempatan ini, ia juga berharap, adanya dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat untuk melaporkan jika di lingkungannya masih ada anak yang tidak melanjutkan sekolah. “Semua program, termasuk pemberantasan anak putus sekolah, akan berhasil jika didukung semua pihak, termasuk masyarakat,” imbuhnya.
Masih kata dia, untuk menciptakan anak terdidik dan siap menghadapi era globalisasi, upaya pemerintah sudah cukup maksimal. Berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari bangunan, ruang kelas dan guru sudah disediakan. “Jadi semestinya tidak ada alasan anak-anak untuk putus sekolah,” tukas Tarmizi. (gus)

















