PALEMBANG, fornews.co – Perayaan Cap Go Meh merupakan momen pergantian tahun yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat keturunan Tionghoa.
Untuk di Palembang sendiri, perayaan Cap Go Meh kerap dipusatkan di Pulau Kemaro. Selain itu, tahun ini juga diadakan di Kampoeng Kapitan atau di wilayah seberang ulu Palembang, dengan tajuk “Cap Go Meh at Kampoeng Kapitan”.
Nah, pada pantauan perayaan Cap Go Meh di Kampoeng Kapitan, ada sedikit hal yang berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Bukan pada kesenian atau tradisi yang menjadi ciri khas warga Tionghoa, tapi pada alat transaksi belanja berupa mata uang.
Di mana, selama acara yang sudah digelar sejak 28 Februari hingga 2 Maret mendatang, para pengunjung di Cap Go Meh di Kampoeng Kapitan harus menggunakan mata uang Kapitan, bukan mata uang rupiah jika ingin berbelanja segala macam jajanan di lokasi tersebut. Bentuk uang Kapitan ini sendiri lebih kecil dibandingkan uang rupiah.
Untuk mendapatkan uang Kapitan, setiap pengunjung dapat menukarkan uang rupiah ke gerai-gerai yang sudah disediakan pihak penyelenggara.
“Uang Kapitan ini, dipakai masyarakat zaman dulu untuk bertranksasi. Maka dari itu, kita akan perkenalkan kembali uang Kapitan ini kepada pengunjung yang datang ke sini,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Palembang, Isnaini Madani, Kamis (01/03/2018).
Dikatakan Isnaini, pecahan mata uang Kapitan yang digunakan sendiri sama seperti mata uang rupiah yakni mulai dari Rp5.000, Rp10.00p, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000.
“Jadi, pengunjung yang datang menukarkan uangnya di gerai yang sudah disediakan sebelum digunakan untuk berbelanja di sini,” terangnya.
Untuk meminimalisir terjadinya pemalsuan uang Kapitan oleh oknum tidak bertanggung jawab, Isnaini menuturkan, pihaknya membuat perbedaan gambar pada uang kertas Kapitan di setiap harinya selama acara Cap Go Meh di Kampoeng Kapitan. Pola ini juga sudah mereka sampaikan kepada setiap pedagang agar tidak menjadi korban penipuan.
“Untuk hari ini, gambar pecahan uang Kapitan untuk nominal Rp5.000, gambarnya Rumah Kapitan, uang Rp10.000 Altar Of The Generation, uang Rp20.000 Rumah Kapitan, terus uang Rp50.000 Rumah Batu, dan uang pecahan Rp100.000 gambar Panda,” bebernya.
Isnaini menambahkan, mata uang Kapitan ini akan terus mereka gunakan kembali jika ada perhelatan di Kampoeng Kapitan, tak hanya ketika perayaan Cap Go Meh.
“Mata uang Kapitan ini baru pertama kali digunakan. Ke depannya kita akan terus pergunakan dan sosialisasikan kepada pengunjung yang datang ke sini, sehingga mereka tahu apa itu uang Kapitan,” tutupnya. (bas)

















