JOGJA, fornews.co — K.H. Muhammad Jazir ASP dikenal Ustadz Jazir merupakan salah satu tokoh Jogja yang aktif bergerak di berbagai bidang, mulai dari dakwah, pendidikan, hingga kebudayaan.
Sosok yang lahir di Jogja pada 28 Oktober 1962 ini memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam hingga peran pentingnya dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Pendidikan formalnya dimulai di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta yang kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII).
Perpaduan antara pendidikan keislaman dan hukum tersebut memperkaya sudut pandangnya dalam melihat persoalan umat dan kebangsaan.
Dalam perjalanan kiprahnya, K.H. Muhammad Jazir dikenal sebagai figur yang produktif dan aktif di berbagai lembaga.
Ia tercatat sebagai Tim Ahli di Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM), sebuah peran yang menegaskan perhatiannya pada nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengarah AYODYA, komunitas yang bergerak dalam isu Keistimewaan Daerah Istimewa Jogjakarta.
Di bidang keagamaan, K.H. Muhammad Jazir mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Syura Masjid Jagakariyan, salah satu masjid yang dikenal luas dengan aktivitas sosial dan dakwahnya.
Bahkan juga menjabat sebagai Presiden Direktur Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI), lembaga yang berfokus pada penguatan pendidikan Al-Qur’an dan ketahanan keluarga.
Tak hanya itu, keterlibatannya di Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY menunjukkan konsistensinya dalam pengembangan dakwah yang inklusif dan membumi.
Di Muhammadiyah, salah satu organisasi terbesar di Indonesia, K.H. Muhammad Jazir merupakan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jagakariyan.
Di luar aktivitas keagamaan, ia juga dikenal sebagai pemerhati sejarah dan budaya, serta berkiprah sebagai konsultan bisnis kuliner.
Dengan latar belakang dan aktivitas yang beragam tersebut, K.H. Muhammad Jazir ASP menjadi salah satu figur yang berkontribusi aktif dalam membangun ruang dialog antara agama, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Jogjakarta.
















