
PALEMBANG, fornews.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menekankan, pemerintah daerah bersama DPRD di wilayah Sumsel, agar setiap kebijakan pembangunan daerah harus dirumuskan bersama baik terkait perencanaan anggaran, penyusunan peraturan daerah (Perda), dan fungsi pengawasan yang dijalankan DPRD.
Demikian itu disampaikan Tjahjo Kumolo, saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dalam rangka penyususnan RKPD tahun 2018 di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (17/04).
“Jadi, Musrenbang ini intinya fokus pada penjabaran dari rencana program seorang gubernur terpilih, dimana janji kampanye dijabarkan dalam program jangka pendek, menengah dan jangka panjang serta disinergikan dengan janji kampanye Bupati/Wali Kota. Sinergitas antara provinsi dan kabupaten/kota akan menentukan pola dan perencanaan pembangunan Provinsi Sumsel, ini bagian dari Nawacita Presiden,” tegasnya.
Menurut dia, penyelenggaraan Musrenbang ini merupakan rangkaian penting dalam rangka penyusunan program dan kegiatan strategis tahun 2018. Musrenbang merupakan perwujudan partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pembangunan. Dalam penyususnan RKPD ini memiliki tiga pilar penting, yakni Bappenas, Kementrian Keuangan dan Kementrian Dalam Negeri,” terang Tjhajo.
Sementara, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dalam menyampaikan, RKPD Sumsel tahun 2018 mempunyai posisi strategis karena merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD 2013-2018, dengan visi yang harus diupayakan bersama adalah “Sumatera Selatan Sejahtera, Lebih Maju dan Berdaya Saing Internasional”.
Dijelaskan Alex, beberapa sasaran makro pembangunan Sumsel, tahun 2018 yaitu pertumbuhan ekonomi 5,54%, Indeks Gini 0,340%, Inflasi terkendali pada level 4%, IPM 69,26%, persentase penduduk miskin turun menjadi 12,87%, indeks kualitas lingkungan 48,90%, dan pengangguran terbuka turun menjadi 3,70%.
Lanjut Alex, pencapaian sasaran tersebut bukan hal yang mudah, apalagi saat ini kondisi perekonomian global dan nasional masih mengalami perlambatan. Demikian juga komoditi unggulan Sumsel, seperti karet, sawit, batubara dan minyak bumi harganya belum menggembirakan.
“Namun, kita tetap optimis dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, dunia usaha baik BUMD, BUMN, swasta dan masyarakat maka sasaran tersebut dapat kita capai bersama,” bebernya.
Lanjut Alex Noerdin, dengan memperhatikan hasil evaluasi dan capaian pembangunan Sumsel, tahun 2016 serta proyeksi tahun 2017, prioritas pembangunan Sumsel, tahun 2018 adalah Provinsi Olahraga, Pembangunan Lingkungan berbasis landscape, Peningkatan Investasi, Pengembangan Usaha dan Pariwisata, Penanggulangan Kemiskinan, Infrastruktur dan Konektivitas, Pendidikan, Kesehatan Untuk Semua, Perumahan dan Permukiman, Stabilitas Keamanan dan Ketertiban, dan Kedaulatan Pangan.
“Saya sangat berharap RKPD Sumsel, 2018 menjadi pedoman kita bersama untuk mensinergikan rencana pembangunan baik di jajaran pemerintah Sumatera Selatan, kabupaten/kota, maupun lintas wilayah sehingga arah pembangunan kita akan mengarah pada satu tujuan,” tandas Alex.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan penghargaan Pangripta Sriwijaya dan Sriwijaya CSR Award oleh Gubernur Sumsel, kepada pemenang yakni penghargaan Sriwijaya CSR Award terbaik I diraih oleh PT Bukit Asam Tbk, terbaik II PT Medco E&P Indonesia Rimau- Asset dan terbaik III diraih PT Conocophillips. Sementara, Penghargaan Pangripta Sriwijaya kategori Kabupaten terbaik I diraih Kabupaten Muara Enim, terbaik II Musi Rawas, dan terbaik III Kabupaten Lahat. Sementara, untuk kategori Kota terbaik diraih Kota Pagar Alam. (tul)
















