
PALEMBANG,fornews.co-Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda menyayangkan, ada beberapa narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pakjo, Jumat (26/05) dini hari.
“Semoga ini menjadi bahan evaluasi Lapas Pakjo dan Lapas lain yang ada di Sumsel, agar memperkuat penjagaan terhadap napi-napi binaannya,” ujar Giri, saat dibincangi di Gedung DPRD Sumsel, Jumat (26/05).
Giri mengungkapkan, terhadap kaburnya napi ini, mungkin mereka melihat kesempatan, dimana penjaga lapas jumlahnya tidak sesuai, hingga mereka berani melakukan tindakan melarikan diri.
“Ya selagi ada kesempatan, mereka (napi) mencari celah untuk kabur. Tapi tentu harus diperiksa lebih dalam, posisi-posisi petugas saat terjadi pelarian diri napi itu ada dimana, hingga tau persis apakah ini murni keteledoran atau ada hal-hal yang lain,” ungkapnya.
Politisi PDIP ini menerangkan, memang permasalahan utama Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) ini ada pada kurangnya tenaga di bagian lapas-lapas tersebut. “Makanya Kemenkumham membuka lowongan kerja baru dilingkungan mereka, hingga saya juga percaya dan yakin mereka kekurangan staff untuk menjaga lapas-lapas ini,” terangnya.
Giri berharap, pemerintah punya cukup anggaran untuk membiayai pembangunan lapas baru, hingga tidak over kapasitas. Tentunya dilengkapi dengan para pengurus lapas yang cukup, untuk memantau seluruh aktifitas di dalam penjara.
“Selain itu, dengan bantuan teknologi yang bisa digunakan dipasang cctv di seluruh areal lapas, agar bisa memantau seluruh warga binaan agar tidak melarikan diri. Termasuk letak Lapas Pakjo, yang sudah berada di tengah pemukiman warga, bisa direlokasi seandainya pemerintah memiliki dana untuk melakukan pemindahaan tersebut,” tandasnya. (tul)

















