
KAYUAGUNG- Manajemen PT OKI Pulp and Papper Mills mengklaim saat ini telah menguasai pasar ekspor pulp atau bubur kertas hingga persentase 80%. Tingginya penguasaan pasar ekspor pulp mengindikasikan baiknya kualitas pulp yang ditawarkan.
“Saat ini produk yang dimiliki OKI Pulp and Papper Mills seperti kertas dan tissue paseo.Penguasaan pasar ekspor pulp sekitar 80% dengan tujuan ke berbagai negara diantaranya Kanada dan Brazil,” ujar Direktur PT OKI Pulp and Papper Mills Gadang H Hartawan, Selasa (18/10).
Sedangkan untuk penguasaan pasar produk tissue capai 95%. 95% produksi tissue dari pabrik itu akan diekspor. Pabrik menggunakan peralatan dan mesin berteknologi terkini dan ramah lingkungan yang berasal dari Skandinavia yang memiliki kelebihan seperti energi terbarukan.
Dia mengaku penggunaan bahan bakar fosil seperti solar dan gas bumi yang selama ini digunakan oleh industri pulp akan diubah dengan teknologi bark gasification sehingga bisa menekan penggunaan bahan bakar fosil hingga 85%. Teknologi itu menjadi yang pertama digunakan di Asia dalam industri pulp dan kertas.
“Kami akui peluang pasar dalam negeri masih sangat terbuka lebar mengingat konsumsi kertas per kapita di Indonesia terbilang masih sangat rendah,” terangnya.
Untuk target produksi pulp rencananya akan dimulai November 2016 nanti. Pabrik ini rencananya pula memiliki kapasitas produksi sebesar 2 juta ton lebih pulp dan 500.000 ton kertas tissue.
“Bahan baku adalah kayu akasia yang diambil dari konsesi HTI. Total area tanam sekitar 558.000batang untuk OKI dengan asumsi tebang 60.000 batang pohon. Kalau Muba sekitar 220.000batang pohon. Semua ditanami kayu akasia dan itu semua dikerjakan mitra Pulp and Paper,” jelasnya.(fian)

















