
KAYUAGUNG- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten OKI mengklaim pesimistis jika pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi terminal kayuagung dapat terealisasi sesuai target. Hal ini karena aktivitas penarikan retribusi angkutan barang dan penumpang di terminal Kayuagung dihentikan sejak beberapa hari terakhir.
Sebelum aktivitas terminal ditutup, PAD dari retribusi angkutan barang dan penumpang baru terealisasi Rp1.758.917.000 atau 59,14 persen dari target Rp2.974.041.000 sampai akhir 2016.”Sangat sulit untuk merealisasikan target PAD dari sektor terminal, apalagi sudah satu minggu terakhir ini terminal ditutup guna menghindari pungutan liar,” kata Kadishubkominfo Kabupaten OKI, Tohir Yanto SSos, di Kayuagung belum lama ini.
Menurut Tohir, dihentikannya aktifitas terminal tersebut karena aktivitas penarikan retribusi angkutan selama ini hanya bisa dilakukan ditengah jalan lintas timur. Padahal seharusnya penarikan retribusi harusnya dilakukan di dalam terminal. Sementara jalan didalam terminal tidak memadai untuk dilintasi angkutan barang. “Jika kita tetap memaksakan menarik retribusi didepan Terminal (jalan lintas timur), maka itu bisa dikategorikan pungli, sehingga kita tutup sementara sambil minta petunjuk Kemenhub RI,”ungkapnya.
Tohir menjelaskan hingga akhir September PAD sudah terealisasi kurang lebih Rp2,5 Milyar dari terget Rp5.208.041.000.”Walaupun sulit untuk mencapai target hingga 100 persen hingga akhir tahun nanti, namun Dishubkominfo OKI optimistis realisasinya bisa mendekati angka tersebut,” ujarnya.
Dia menyebutkan ada 6 item PAD yang dikelola Dishubkominfo OKI. Penyebab masih minimnya realisasi PAD ini karena ada 1 item yakni retribusi menara telekomunikasi yang sejak 2 tahun terakhir tidak bisa lagi dipungut, karena terbentur regulasi aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.
“Tahun ini, target PAD menara telekomunikasi sebesar Rp950.400.000. Namun karena tidak bisa lagi dipungut retribusinya, maka realisasinya nol,”jelasnya.
Beberapa jenis PAD lainnya yang dikelola Dishubkominfo Kabupaten OKI yakni uji kendaraan bermotor (KIR), dimana dari target Rp370.000.000, hingga Agustus telah terealisasi Rp244.179.600 atau 65,99 persen. Kemudian PAD parkir dari target Rp153.600.000, telah terealisasi Rp85.610.000 atau 55,74 persen.
Selanjutnya PAD dari sektor ASDP, dari target Rp720.000.000 telah terealisasi Rp12.100.000 atau 1,68 persen dan PAD sektor Izin Trayek/Izin Usaha dari target Rp40.000.000, telah terealisasi Rp27.161.400 atau sebesar 67,90 persen.(fian)

















