PALEMBANG, fornews.co – Pemain Sriwijaya FC (SFC) tiba–tiba mendatangi Kantor manajemen SFC, yakni PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) di komplek ruko Palembang Square (PS), Jumat (29/06) pagi.
Dari informasi yang didapat fornews di lapangan, kedatangan para punggawa Laskar Wong Kito yang dikomandoi Kapten Tim Hamkah Hamzah, ini mempertanyakan gaji mereka yang belum dibayar.
Pantauan di lokasi, sebagain besar pemain mulai dari Hamkah Hamzah, Esteban Piscara, Alberto ‘Beto’ Gonzalves, Teja Paku Alam, Bio Paulin, Marcko Sandy, Adam Alis, Yuu Hyunko, Patrich Wanggai, Nur Iskandar, Alfin Tuassalamony, dan pemain lain, tiba di Kantor PT SOM sekitar pukul 10.00WIB.
Saat bersamaan, di kantor tersebut ada Sekretaris Perusahaan Faisal Mursyid. Namun, tak lama berselang setelah seluruh pemain itu berkumpul di Cafe SFC (lantai pertama kantor PT SOM), pintu rolling door kantor tersebut langsung ditutup.
Awak media yang sudah menunggu di depan kantor PT SOM langsung menuju Cafe SFC, ketika pintu rolling door itu dibuka kembali sekitar pukul 11.10WIB. “Ini hanya silaturahmi antara pemain pelatih dan manajemen saja,” ujar Hamkah Hamzah, menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (29/06).
Saat ditanya tentang apakah mereka menagih gaji pemain yang terlambat, Hamkah tidak langsung menjawab. “Kalau tentang (gaji) itu, silahkan langsung tanyakan ke manajemen,” ujarnya, sambil menunjuk ke arah Sekretaris Perusahaan Faisal Mursyid, yang juga ada di Cafe SFC.
Menanggapi hal tersebut, Faisal Mursyid mengungkapkan, sebenarnya peretmua ini merupakan acara silahturahmi dengan pemain dan pelatih. Kalaupun tertutup, itu karena kapasitas di Cafe SFC ini terbatas.
“Memang ada yang disampaikan pemai tentang hal teknis, tapi semuanya akan saya serahkan kepada manajemen. Soal keterlambatan gaji itu masalah teknis, karena kan banyak hari libur lebaran, jadi gaji terlambat satu bulan,” ungkapnya.
Faisal Mursyid menerangkan, keterlambatan itu bukan disengaja, tapi ada faktor lain terjadi dalam manajemen SFC. “Kita kan baru ada pergantian Dirut seminggu sebelum lebaran. Pak Mudai Madang yang baru menjabat Plt Dirut, harus melakukan konsolidasi dulu dengan manajemen yang lain,” terangnya.
Selain itu, karena ada kaitannya dengan pihak-pihak sponsor, dimana mereka punya cara sendiri terhadap pembayaran keuangan. “Jadi, kalau ditanya target saya tidak bisa jawab. Intinya pemain sudah menyampaikan masalah mereka, dan segera kami sampaikan langsung ke manajemen,” tandasnya. (tul)

















