
PALEMBANG, fornews.co-Pemilih pemula sepertinya masih menjadi salah satu ukuran untuk memenangkan calon, pada Pilkada Sumsel serentak 2018 mendatang.
“Kalau dilihat dari persentase pemilih pemula pada Pilkada serentak 2018 nanti, jumlahnya cukup tinggi. Karena pemilih pemula ini, bisa menjadi salah satu ukuran untuk memenangkan calon, ini yang kita sebut dengan pemilih abu-abu,” ungkap Dr. Febrian, saat dibincangi disela-sela seminar sehari Koran Harian Suara Nusantara, Membedah Kesiapan Kota Palembang Menghadapi Asian Games 2018, di Hotel 101, Rabu (24/05).
Menurut Febrian, kalau apa yang telah dilakukan para calon bisa dibuktikan, maka kandidat-kandidat pilkada serentak nanti, bisa mengoptimalkan suara dari pemilih pemula. “Contoh-contoh kongkritnya saja, aspek ini selalu berkorelasi dengan pembuktian terhadap apa yang dilakukan oleh calon. Mereka juga termasuk kelompok yang idealis dan tidak terpengaruh dengan faktor X, misalnya ada faktor uang dan sebagainya. Maka ini penting sekali untuk para calon,” ujar pakar hukum dari Universitas Sriwijaya (Unsri) itu.
“Jika kita lihat lima tahun dulu, kalau tidak salah persentase pemilih pemula ini berkisar 7-15%. Itu cukup signifikan dan pada 2018 ini, kalau melihat dari aspek calon agak berimbang, dan bisa saja pemilih ini jadi faktor penentu, ” tukasnya.
Febrian menambahkan, saat ini kalau mau melihat beberapa contoh nama calon, seperti Aswari Rifai; Ishak Mekki; Herman Deru; dan Dodi Reza, itu selesihnya masih diangka tiga, 26%, 24%, 20an% dan 17an %.
“Namun, khusus untuk Palembang, masih ada dua nama yang muncul, pasangan Harnojoyo-Fitriaty Agustinda dan Sarimuda. Walaupun sudah banyak pergerakan-pergerakan yang dilakukan oleh bakal calon yang baru muncul,” tandasnya. (tul)

















