
SEKAYU, fornews.co- Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Musi Banyuasin (Muba), Mursalin mengatakan, pihaknya akan merelokasi rumah yang berdiri di bantaran aliran Sungai Musi. Hal ini untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor.
“Relokasi ini sendiri ada dua faktor, yaitu rawan bencana banjir dan tanah longsor, serta berdirinya rumah di wilayah garis sepadan sungai (GSS), berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 2013, di bentang sungai tidak boleh ada bangunan rumah,” ujar Mursalin, saat dibincangi, Senin (30/01).
Menurut dia, bencana banjir dan tanah longsor terus terjadi di Kabupaten Muba, khususnya di sepanjang aliran Sungai Musi, yang mengancam keselamatan warga. Oleh karenanya, pihaknya segera melakukan survei rumah-rumah yang berada di pinggir Sungai Musi, untuk dilakukan relokasi. Lebih lanjut Mursalin mengatakan, survei di lakukan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Lais, Sekayu, Lawang Wetan, Babat Toman, dan Sanga Desa. Dimana hasil survei ini nantinya menjadi acuan dalam melakukan pembangunan rumah dan mempersiapkan lokasi relokasi.
“Setelah dilakukan survei baru kita bentuk perencanaan, seperti tempat relokasi dan lainnya. Termasuk juga mempersiapkan payung hukum dan pendanaan dengan terlebih dahulu menghitung berapa rumah yang dibutuhkan. Karena, pembangunan rumah harus dipastikan langsung ditempati dan benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Sambung Mursalin, pihaknya akan segera berkonsultasi dengan Kementerian PU dan Perumahan, Satker Perumahan dan Kawasan Pemukiman Sumsel, serta Dinas Perkim Sumsel, untuk memastikan petunjuk teknis pelaksanaan pembangunan rumah, bagi warga yang sudah siap untuk direlokasi. “Adapun pelaksanaan pembangunan rumah relokasi ini, bisa dengan cara menggunakan developer atau swakelola,” imbuhnya.
Sementara, Kabid Perumahan Ahmad Panpane Syafri menambahkan, program Dinas Perkim yakni, rumah rawan bencana, rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan rumah bagi PNS, Polri, dan TNI. “Untuk saat ini kita fokus melakukan pembangunan rumah rawan bencana. Kita juga masih menunggu data dari BPBD Muba, untuk mengetahui berapa banyak rumah yang masuk dalam kategori rawan longsor,” pungkasnya. (cak)

















