
BATURAJA-Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Ogan Komering Ulu (OKU) menyalurkan 100 unit alat mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani di OKU, yang diterima dari Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Petanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura OKU Syarif Hasan menyampaikan, bantuan alsintan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian tahun 2016. Dia mencirikan alsintan itu terdiri dari 15 unit traktor roda dua, 30 unit Combine Harvester, dan 55 unit Hand Sprayer.
“Bantuan ini merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian yang dikelola Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani di OKU yang berkontribusi besar bagi peningkatan penghasilan petani,” kata Syarif, saat menyerahkan bantuan saat Sosialisasi dan Pre-Launching Pembangunan Taman Teknologi Pertanian Semidang Aji, Selasa (18/10).
Syarif melanjutkan, untuk memiliki daya saing di bidang pertanian, petani membutuhkan terobosan dalam hal alat mekanisasi pertanian yang modern. “Besar harapan kami, agar kelompok tani dapat merawat dan menjaga bantuan yang diberikan agar dapat bermanfaat dengan baik yang pada akhirnya berkontribusi juga bagi pembangunan pertanian di Kabupaten OKU, ini,” pesannya.
Sementara, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis memotivasi para kelompok tani penerima bantuan alsintan, untuk dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, sehingga tujuan pemerintah menyerahkan bantuan ini mencapai sasaran pertanian pajale (padi, jagung dan kedelai). “Melalui pemberian alsintan ini kita berharap kedepan para petani menghasilkan ragam pangan sehat dan kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.
Kuryana menceritakan kilas balik OKU, sebelum adanya pemekaran, OKU merupakan daerah lubung pangan. Namun, begitu Belitang yang masuk pada kabupaten OKU Timur, berpisah maka secara darstis merosot. “Tapi, secara luas wilayah kita masih mampu untuk mewujudkan OKU, kembali menjadi kawasan lumbung pangan. Asal saja semua pihak berkontribusi dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan itu semua,” terangnya.
Kuryana juga mewanti-wanti, kepada masyarakat agar menjaga bantuan yang diberikan pemerintah tersebut dengan baik. Serta berharap kepada instansi terkait kiranya terus mengasah kemampuan SDM untuk merawat alsintan, yang menurut dia, butuh keahlian khusus dalam mewarat alat pertanian tersebut.
“Teknologi ini, memang butuh kemahiran dan kecakapan untuk operasionalkan. Harus ada pelatihan-pelatihan, diharapkan yang punya kemampuan untuk pendampingan. Kalau diabaikan alat-alat ini, maka tidak ada kemajuan. Butuh sikap dan kemauan yang tinggi agar program ini dapat berhasil,” tandasnya. (ibr)

















