
Bupati OKU Drs H Kuryana Azis, melakukan peletakan batu petama pendirian TTP Semidang Aji, Selasa (18/10). (fornews.co)
BATURAJA-Pemerintah pusat mendirikan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Raksa Jiwa, Kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu (OKU). TTP Semidangaji, ini merupakan satu dari 100 Taman Sain dan Teknologi Pertanian (TSTP) yang akan dibangun di seluruh Indonesia.
Kepala BPTP Sumsel Hermanto mengungkapkan, pembangunan TTP Semidang Aji untuk meningkatkan penerapan dan alih teknologi hasil litbang Kementerian/LPNK Ristek, swasta dan perguruan tinggi kepada masyarakat petani di OKU. Kemudian, membangun model percontohan pertanian terpadu yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu siklus hulu-hilir secara berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal; adapun yang ketiga yakni guna meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang terampil dan mandiri di bidang agroteknologi dan agribisnis.
“Terkait dengan tujuan tersebut, TTP ini nantinya dapat berfungsi sebagai wahana pembelajaran penerapan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi, sekolah Lapang (demplot teknologi pertanian unggulan) dan sarana pelatihan untuk peningkatan ketrampilan dan pengetahuan petani setempat, serta pusat kegiatan agribisnis dan inisiasi agroindustri untuk peningkatan pendapatan petani setempat,” ujarnya dalam sambutannya pada acara “Sosialisasi dan Pre-Launching Pembangunan Taman Teknologi Pertanian Semidang Aji” Selasa (18/10).
Hermanto menjelaskan, pembangunan TTP Semidang Aji, sumber dananya dari APBN selama tiga tahun (multiyers) terhitung sejak 2016-2018. Untuk tahun pertama 2016 ini, pusat mengucurkan dana sebenar Rp5 miliar. “Tahap petama ini memang dikucurkan dana sebesar Rp5 miliar. Tapi untuk tahun selanjutnya 2017 dan 2018, kemungkinan menurun. Yang jelas, ini sudah diperhitungkan untuk meningkatkan kualitas produktivitas pertanian kita dalam menorong ketahanan pangan, yang menjadi salah satu Nawacita bapak Jokowi,” terangnya.
Hermanto melanjutkan, basis pengembangan TTP Semidang Aji ini adalah komoditas padi, jagung, kedelai, ternak sapi, ikan, bawang merah yang merupakan komoditas prioritas Nasional saat ini. Adapun teknologi yang akan dikembangkan adalah untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan, perbaikan pasca panen, peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja melalui penggunaan alsintan melalui UPJA, sistem integrasi tanaman-ternak (SITT) sapi dan pengembangan produk hortikultura.
“Jadi, jangan heran nanti di kawasan ini (TTP) kita mendapati tanaman dan ternak ada di dalam. Karena, fungsi TTP terus melakukan enovasi terhadap tanaman dan ternak untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas,” imbuhnya, sembari mengatakan, program lanjutan juga akan dilakukan perbenihan seluas 20 ha, yang hasilnya untuk desa mandiri benih di OKU.
Sementara, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menegaskan, Pemkab telah melakukan upaya meningkatkan hasil pertanian semenjak 2012 dengan membangun lokasi persawahan baru. Pada tahun 2016 ini, pihaknya bekerjasama dengan TNI AD, OKU telah membuka cetak sawah baru seluas kurang lebih 300 hektar. “Mari kita dukung program presiden untuk meningkatkan hasil pertanian. Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk masyarakat,” kata Kuryana.
Orang pertama di Bumi Sebimbing Sekundang ini menambahkan, teknologi pertanian ini butuh pelatihan dan pendampingan, sikap yang tulus dan kemauan yang tinggi, untuk mensukseskan program ini. Kuryana menegaskan, agar program ini diperlihara dengan baik. Sebab menurut dia, jika mengandalkan APBD OKU, jelas tidak akan mampu bahkan sampai masa jabatannya berakhir belum tentu terbangun. “Kepada masyarakat mohon dukungan, yang mengerjakan pembangunan ini, dibantu dan jangan di ganggu. Saya tidak ingin ada laporan ada gangguan dari warga sekitar,” tukasnya. (ibr)

















