INDRALAYA, fornews.co – Sepanjang tahun 2020 Kabupaten Musi Banyuasin mampu mencegah dan menekan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Di tahun 2021 berbagai upaya akan terus dilakukan Pemkab Muba untuk memaksimalkan pencegahan potensi terjadinya Karhutla.
Selain menyiagakan Tim dan Satgas Pencegahan dan Penanganan Karhutla, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex bersama Wakil Bupati Beni Hernedi telah melakukan koordinasi dan terus bersinergi hingga ke daerah perbatasan termasuk dengan Pemerintah Provinsi Jambi.
“Soal potensi Karhutla dan pencegahannya terus kita lakukan, termasuk kita sudah memaksimalkan sinergi dengan daerah perbatasan di Muaro Jambi,” ujar Dodi saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla di Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (9/3/2021).
Menurut Dodi, saat ini Pemkab Muba melalui BPBD bersama Forkopimda terus melakukan monitoring ke daerah-daerah yang rawan Karhutla.
“Sejauh ini tim di lapangan tidak menemukan potensi Karhutla,” katanya.
Berdasarkan data rekapitulasi di bulan Maret, hingga saat ini Muba masih zero hotspot.
“Tidak ada potensi titik api di bulan Maret, semoga pencegahan yang dilakukan maksimal di Muba dapat terus meminimalisir potensi Karhutla,” harapnya.
Kepala BPBD Muba, Joni Martohonan mencatat, pada Februari 2021 sempat terpantau ada 2 hotspot yakni di Kecamatan Keluang dan Bayung Lencir. Petugas pun langsung turun ke lokasi untuk meminimalisir agar tidak berkembang menjadi titik api.
“Nah, di bulan Maret hingga saat ini masih zero hotspot, tim di lapangan pun terus melakukan monitoring,” terang Joni.
Joni mengaku, pihak BPBD dengan intens selalu berkoordinasi dengan jajaran TNI dan Polisi serta Manggala Agni dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Muba.
“Semoga di tahun 2021 ini Muba zero Karhutla,” tukasnya. (ije)
















