PALEMBANG, Fornews.co – Wacana pemerintah pusat untuk menghapuskan tenaga honorer kini membuat resah para tenaga honorer di daerah termasuk di Sumsel.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel meminta para tenaga honorer untuk tetap tenang dan bekerja maksimal.
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat mengatakan hingga saat ini penghapusan tenaga honorer masih belum final dan masih tahap wacana.
Menurutnya, wacana tersebut masih sebatas pola pikir dan belum keputusan resmi yang harus diberlakukan ke semua instansi.
“Saat ini saya sudah intruksikan kepada Sekda Sumsel untuk ke Jakarta menanyakan rincian wacana itu kepada Kemenpan RB langsung,” katanya, Jumat (24/01).
Ia mengaku sejauh ini jumlah tenaga honorer di Sumsel sudah ideal. Seperti contoh, sekolah di Desa Bentayan, Kecamatan Tungkai Ilir, Kabupaten Banyuasin dimana sekolah tersebut yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya kepala sekolah saja. Sedangkan tenaga pengajarnya itu semua berstatus honorer. Kiinerja para tenaga honorer ini juga sangat baik.
“Jika honorer itu dihapuskan semua masa yang mengajar murid itu kepala sekolahnya? Kan tidak mungkin,” ujarnya.
Karena itu, dirinya meminta para tenaga honorer untuk tetap bekerja secara maksimal. Meskipun adanya wacana penghapusan honorer tersebut. “Ini baru wacana jadi harus tetap tenang dan bekerja maksimal,” tutupnya.
Untuk diketahui, Pemerintah pusat berencana untuk melakukan penghapusan honorer di instansi pemerintahan. Wacana tersebut berdasarkan kesepakatan antara Komisi II DPR RI bersama Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dimana kesepakatan tersebut untuk memastikan tidak ada lagi status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah selain PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (lim)
















