PALEMBANG, fornews.co-Ternyata orang pertama yang mengetahui kematian Bripda Azan Fikri (24), anggota Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin, Polres Muba, tak lain Resi (25), wanita yang akan segera dinikahinya.
Informasi yang didapat di lapangan, Azan Fikri mengajak calon istrinya untuk menemui orang tua Resi di Dusun VI Rawa Bening Tritunggal, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin. Sekitar pukul 23.30WIB, perjalanan kedua kekasih dari Palembang tersebut akhirnya sampai di Dusun VI Rawa Bening.
Setelah bertemu dengan Darlina, orang tua Resi, tak lama kemudian Azan meminta izin untuk kembali ke Sungai Lilin. Nah, ternyata, momen itu merupakan akhir dari pertemuan Resi dan calon pengantinnya.
Sekitar sekitar pukul 02.00WIB Senin (09/10), ada lima warga Dusun VI Rawa Bening Desa Bentayan, yang lagi jaga malam, mendengar suara letusan senjata api sebanyak satu kali. Namun, tidak menemukan sumber suara letusan tersebut, saat mereka mencarinya. Barulah, sekitar pukul 07.00WIB, Resi yang akan keluar rumah melihat mobil Honda Mobilio Hitam bernopol BG 1652 JF milik Azan, yang masih terparkir berjarak kurang lebih 30 meter dari rumahnya.
Resi merasa curiga, lantaran mesin mobil tersebut masih menyala dan terkunci dari dalam. Betapa terkejutnya sang kekasih, setelah melihat calon suaminya Azan dalam kondisi bersimbah darah dan meninggal dunia. Posisi tangan kanan Azan masih memegang senjata api. Dengan histeris, Resi memanggil warga untuk meminta tolong mengevakuasi korban. Selanjutnya, jenazah Azan pun dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, Kompol Mansuri menungkapkan, jenazah korban tiba di kamar mayat sekitar pukul 13.00WIB. hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena menunggu hasil visum. “Jenazahnya baru tiba dan bakal diperiksa dulu. Kita nunggu permintaan penyidik apakah diotopsi atau tidak,” ungkapnya.
Kapolsek Sungai Lilin, AKP Andeva mengakui kalau korban Azan merupakan anggotanya yang telah bertugas selama dua tahun. “Ya benar anggota kita dan bertugas di Unit Reskrim. Tapi untuk kronologis kejadiannya saya minta maaf, tidak bisa cerita,” ujarnya.
Andeva menuturkan, bahwa korban berencana menikah dengan tunangannya Resi, yang bekerja sebagai bidan. Selama bertugas dan menjadi anggotanya, korban termasuk anggota yang rajin dan tidak ada masalah dalam pekerjaan. “Memang dia (korban) sudah izin mau nikah, tapi tidak tahu kapan menikahnya. Selama ini tidak ada masalah, baik-baik saja, makanya saya kaget,” tuturnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP Slamet Widodo mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut. “Saat ini proses penyelidikan masih dilakukan Polres Banyuasin dan Propam Polda. Setelah ada laporan hasil penyelidikan, baru bisa diketahui motifnya,” tandasnya. (bay)

















