MAGELANG, fornews.co – Pesatnya persaingan global saat ini, menuntut pemuda Indonesia untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi.
“Persaingan global saat ini semakin sengit. Kompetisi antarnegara saat ini semakin menjadi-jadi dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antarindividu dan antarnegara. Ke depan semua akan berkompetisi (bersaing), adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, dan adu kecepatan,” ujar Presiden Jokowi ke para peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Nasional (Perwimanas) II di Bumi Perkemahan Lapangan Tembak Akmil, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/09).
Lebih lanjut, selain menghadapi tantangan di bidang sumber daya manusia (SDM), bangsa Indonesia juga disebutnya menghadapi tantangan dari penyalahgunaan narkotika yang belakangan kembali merebak. Hal itu ditambah lagi dengan tantangan keterbukaan di mana kabar-kabar bohong yang begitu mudah menyebar di media sosial perlu disikapi dengan serius.
“Jangan lupa, di media sosial sekarang ini bertebaran yang negatif, fitnah, saling mencela, hoaks, dan kabar bohong. Itu juga menjadi tantangan kita ke depan,” ucap Presiden.
Namun, bagaimana pun juga, bangsa Indonesia tetap harus berbenah. Perbaikan dalam segala hal sangat diperlukan untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain. “Kalau tidak ya kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dan kreativitas dengan negara yang lain,” imbuhnya.
Sambungnya, tantangan-tantangan yang bangsa ini hadapi, memerlukan sebuah dasar fondasi yang sangat kuat sehingga bisa memenangkan kompetisi itu. “Saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, Pramuka Ma’arif NU insyaallah mampu menatap masa depan memenangkan persaingan,” sanjungnya.
Ia juga terus mengingatkan, terjait kebhinekaan. Sebagai negara yang terdiri atas 17.000 pulau, ribuan suku, dan ratusan bahasa lokal membuat hal tersebut menjadi tidak mudah.
“Tapi saya meyakini bahwa dengan menjalin persaudaraan yang baik, ukhuwah islamiah dan wathoniah, saya meyakini negara ini akan menjadi negara yang kuat ekonominya. Asal jangan cepat puas dengan capaian yang ada,” tandasnya.
Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat KH Zainul Arifin Junaidi. (ibr)

















