SEKAYU, fornews.co – Bupati Muba Dodi Reza Alex berhasrat menjadikan sektor peternakan di Muba sebagai role model di Indonesia. Khususnya bagi peternak sapi.
Setahun belakangan, Dodi sudah gencar meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak, khususnya peternak sapi. Bahkan, Muba telah memiliki Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang dipusatkan di Kecamatan Sungai Lilin.
SPR juga telah menghasilkan pengemukan sapi dan produk inovasi percontohan, yakni pupuk cair organik berasal dari urine sapi.
“Kami serius akan garap ini dan perlu segera menindaklanjuti dan menjalin kerja sama dengan pihak IPB untuk merealisasikan dan mengembangkan ini di kecamatan lainnya di Musi Banyuasin, dan bisa bekerja sama lebih intens lagi,” kata Dodi dalam kesempatan sosialisasi Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) dan Inovasi Hasil Riset Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (04/03).
Menurut Dodi, bidang peternakan di Muba ke depan juga diharapkan menjadi bagian yang menguatkan ekonomi masyarakatnya. Ini sebagai upaya meningkatkan pendapatan rakyat dari bidang peternakan untuk menurunkan angka kemiskinan di Muba menjadi satu digit.
Apalagi SPR Sungai Lilin ini sudah berhasil dalam program pengemukan sapi dan telah berhasil melakukan dan memasarkan produk pupuk cair organik berbahan air kencing sapi.
“Nah, inovasi seperti inilah yang ke depan harus diperbanyak lagi dan ditingkatkan di seluruh wilayah Muba, sehingga masyarakat Muba kita edukasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan menghasilkan produk inovasi untuk menambah pendapatan per kapita warga Muba,” tuturnya.
Keberhasilan SPR Sungai Lilin yang tumbuh dan berkembang ini tak terlepas dari binaaan IPB bersama pemerintah daerah.
“Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus kita dalami, dan tentunya melibatkan ilmuwan-ilmuwan dari perguruan tinggi yang sangat baik, seperti pembinaan yang dilakukan oleh IPB ini,” katanya.
Sementara itu, Guru Besar Peternakan IPB, Prof Muladno menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah dan support yang diberikan Bupati Dodi Reza terhadap peternak dan petani di Musi Banyuasin.
“Support yang diberikan pak Bupati Dodi Reza sangat maksimal, terlebih saat ini SPR Sungai Lilin sudah bisa menghasilkan produk sendiri dan ini menjadikan percontohan. Ke depannya kami sangat terbuka dan sangat mendukung seluruh visi yang akan disampaikan Bapak Bupati Dodi Reza,” tuturnya.
Dirinya juga mengapresiasi atas kemajuan SPR hasil swadaya masyarakat tersebut. Ia bahkan berjanji memberikan bantuan indukan sapi terbaik dari daerah penghasil, guna mengembangkan bibit sapi lebih baik.
“SPR Sungai Lilin ini sangat berkembang pesat, kami berencana akan memberikan indukan sapi terbaik nantinya,” ujarnya.
Ketua SPR Desa Cinta Damai Sungai Lilin Wagiman menuturkan, berkat binaan IPB dirinya pernah menjadi anggota delegasi RI dalam tahunan IAEA ke 62 di Austria pada September 2018.
“Karena inovasi yang kami lakukan bersama warga yang tergabung dalam SPR telah berhasil mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari IPB ini, dan kami bangga akan hal itu,” katanya.
Wagiman mengatakan, SPR yang dibentuk bersama-sama oleh pemerintah daerah dan pusat, khususnya di bawah binaan IPB, ini bertujuan agar masyarakat Muba mandiri dan menjadi peternak yang modern. Dan diharapkan Muba ke depan sebagai daerah penghasil daging sapi untuk Sumsel dan Indonesia.
“Saat ini keberhasilan yang telah kami nikmati dengan harapan bahwa, akan lahir SPR-SPR baru di Muba, khususnya di daerah yang pontensial, karena program ini program berjamaah yang harus kita dorong bersama, itu harapan kami kepada bapak bupati,” ujarnya.
Wagiman menjelaskan, sejauh ini produk pupuk cair organik dari urine sapi di Kecamatan Sungai Lilin sudah memproduksi 250 liter per hari.
“Mudah-mudahan bidang pertanian bisa menikmati produk kita, dan kami mohon supaya dilahirkan SPR yang baru untuk lebih cepat lagi dalam bersama-sama pemerintah daerah dan pusat untuk terus mendorong kegiatan positif ini,” harap dia.
“Kami juga telah rutin melakukan pelatihan membantu masyarakat untuk pembuatan pakan sapi dan menerpakan ilmu yang kami dapatkan. Program ini program berjamah dan mandiri, tetapi menghasilkan dan menambah pendapatan kami selaku warga,” imbuhnya.(bas)
















