YOGYAKARTA, fornews.co—Tindakan penanganan sampah di Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai kurang serius, hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Gimmy Rusdin Sinaga. Ia geram melihat ratusan ton sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan, di Kabupaten Bantul.
”Bayangkan tiap hari ada 600 ton yang dibuang di TPST Piyungan. Saya lihat sendiri kondisinya sudah tidak memungkinkan,” kata Gimmy didampingi pegiat sampah Cholil dan Susanto, tiga hari lalu, dikutip dari laman resmi DPRD DIY.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY itu mengawatirkan penumpukan sampah di TPST Piyungan yang membeludak parah. Bahkan dalam kondisi tidak layak.
Menurut Gimmy, jika sampah di Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak ditangani serius bakal menjadi bom waktu. Perlu adanya desentralisasi teknologi tepat guna pengelolaan sampah untuk mengurangi penyaluran sampah ke pusat pembuangan.
“Sedangkan penumpukan sampah di TPST Piyungan sudah melebihi kapasitas,” katanya.
Masalah sampah di DIY ini sudah ada sejak lama, imbuh Gimmy, ini merupakan masalah klasik yang melulu terjadi berulang-ulang tanpa ada kepastian penyelesaian.
Bersama pengurus paguyuban pengelola sampah dari Sleman, Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY menyebut sampah merupakan masalah bersama. “Sampah sudah habis di daerah sehingga tidak perlu dibuang ke pusat pembuangan.”
Koperasi khusus sampah dapat menambah penghasilan bagi masyarakat. Idealnya, koperasi di tiap desa dan kelurahan memiliki satu koperasi sampah. Hal itu untuk memudahkan distribusi sampah sampai ke koperasi.
“Warga sudah memisahkan sampah kering dan basah agar pengurus juga lebih enak menata,” kata Cholil salah seorang pegiat sampah.
Menurut Cholil, Pemda DIY butuh mesin khusus pengolah sampah agar sampah dapat teratasi. Namun, harga mesin itu terbilang mahal, yakni Rp 100 juta per unit.
“Harga alatnya ini sekitar Rp 100 juta per unit. Kami usulkan pada anggaran perubahan (2021) bisa membeli alat itu. Ada 100 titik saja sudah mengurangi sampah. Masak nggak bisa,” ujar Cholil.
Para pegiat dan paguyuban sampah menyatakan satu suara dengan Komisi C DPRD DIY. Mereka beralasan agar masalah sampah ditindak secara serius dengan harapan tidak memperparah masalah sampah di DIY. (adam)
















