
BATURAJA, fornews.co – Keberadaan anak jalanan (Anjal) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), membuat masyarakat setempat merasa resah. Tak jarang anak jalanan yang berdandan ala rocker itu, terlibat aksi kriminalitas pembobolan minimarket.
Untuk mengantisipasi hal tersebut kembali terjadi, Dinas Sosial (Dinsos) OKU, bekerjasama dengan Pihak Sat Pol PP, dibantu aparat kepolisian menyisir dan menangkapi anak jalanan di sejumlah tempat di Kota Baturaja, Rabu (05/04). Dari hasil razia ini, petugas berhasil mengamankan 4 orang anak jalanan yang tertangkap di lokasi berbeda. Para anak jalanan ini juga dibotaki oleh petugas.
“Ini kegiatan rutin kita, sebagai upaya menciptakan kemanan dan kenyamanan masyarakat dari gangguan anak jalanan yang dianggap cukup meresahkan. Hasil razia hari ini kita amankan 4 orang yang semuanya warga Kabupaten OKU,” ujar Kepala Dinas Sosial OKU, Saiful Kamal SKM MEpid melalui Kabid Rehabilitasi Dra Karolina.
Sambung Karolina, razia ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut istruksi Bupati OKU, Drs Kuryana Azis, yang memerintahkan untuk menertibkan anjal yang disampaikannya pada saat apel gabungan awal bulan beberapa waktu yang lalu. “Razia ini akan kita laksanakan secara terus menerus. Untuk waktunya kita sesuaikan dan masih kita rahasiakan, sebab kita tak ingin razia ini bocor,” terangnya.
Lebih lanjut kata Karolina, ke empat anak jalanan ini yang notabene masih di bawah umur akan didata dan dilakukan pembinaan lebih lanjut. Bagi anak jalanan yang berasal dari OKU, diserahkan kepada orang tuanya. Sedangkan yang dari luar daerah, pihaknya akan berkoordinasi dengan dengan pemerintah daerah asalnya untuk selanjutnya dikembalikan ke keluarganya.
“Mereka ini jika ditangkap bukan takut, tapi malah jadi. Untuk itu kita panggil keluarganya dan kita berikan pegarahan, jangan sampai mereka turun kembali kejalan dan terkesan dibiarkan keluarganya. Mereka ini ada yang sudah sering kita tangkap, ada juga yang baru atau ikut-ikutan,” tukasnya.
Adapun keempat Anak jalanan ini Yakni, Erik alias timbul Warga Lubuk Batang Lama; Dian Marta, waga Dusun Baturaja; Romi warga Kelurahan Saung Naga; dan Jodi warga Bakung. “Awalnya ikut kawan pak, tapi malah ketagihan main sambil ngamen,” aku Erik, seraya menyangkal jika dirinya sedang mabuk karena berbicara yang agak ngelantur.
Dia juga berdalih, menjadi anak jalanan, jika dirinya tinggal sendirian. Kedua orang tuanya sudah lama meninggal, dan ia hanya mempunyai seorang kakak yang sudah beristri. “Orang tua saya sudah almarhum pak. Saya hanya ngamen untuk makan sama jajan. Tapi saya idak (ngelem) pak, cuma minum (minuman keras). Tadi saya tertanggkap saat lagi tiduk di los pasar,” tandas remaja putus sekolah ini. (gus)
















