BATURAJA, fornews.co – Usai dibangun tahun 2010, hingga kini Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik dinas Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) belum pernah beroperasi sama sekali.
Penjaga RPH Dinas Peternakan Kabupaten OKU, H Dedi Suratman mengatakan, sejak dirinya pertama kali bertugas menjaga RPH dari tahun 2011 hingga saat ini belum ada satu ekor sapi pun yang dipotong di tempat tersebut.
“Dari awal nunggu sampai sekarang belum ada satu sapi dipotong disini, padahal peralatan sudah lengkap,” kata Dedi.
Menurut Dedi, kemungkinan yang membuat pedagang sapi enggan memotong di RPH itu karena jarak yang cukup jauh dari kota. Selain itu, akses masuk ke RPH juga mengalami kerusakan dan sepi sehingga rawan tindak kriminalitas.
“Padahal kalau fasilitasnya lengkap disini. Ada lemari pendingin, petugas pemotong juga ada. Cuma itu tadi kendalanya, tempatnya jauh dari pemukiman, masuk dari cor beton ke lokasi 3 kilometer. Belum lagi jalan yang rusak dan sepi. Hal itu mungkin yang membuat , itu para pedagang enggan motong sapinya ke kita,” tutur Dedi.
Dedi menerangkan, untuk RPH ini dapat memotong sapi hingga 5 ekor per hari. Sebab freezer yang disediakan hanya cukup untuk 5 ekor sapi. Dedi juga mengatakan, perlengkapan di dalam RPH juga kurang memadai, belum lagi seluruh instalasi listrik raib dicuri. “Habis semua listrik di atas dicuri orang. Disini rawan mas, ditinggal sebentar pasti ada yang hilang,” tukasnya.
Sementara itu, Sofian salah satu pedagang daging sapi di pasar inpres Baturaja mengatakan, dirinya enggan memotong sapi dagangannya ke RPH karena jauhnya jarak. Bahkan sebelum ini dirinya tidak mengetahui jika OKU memiliki RPH.
“Nah dak tau kito kalo ado tempat pemotongan hewan di sini. Lagi pulok cuman motong sikok (sapi) pak, pacak di belakang rumah bae. Jauh igo nak ke RPH,” pungkasnya. (gus)

















