PALEMBANG, fornews.co – Meski saat ini masih berkompetisi di Liga 2, namun manajemen Sriwijaya FC sudah ambil ancang-ancang untuk membuat klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini kembali bersinar.
Bukan hanya soal teknis di lapangan dengan materi pemain berkualitas, namun sisi komersial pun mulai digarap serius. Salah satunya dari sisi marketing yang akan mencontoh klub-klub Liga 1 yang sukses menggarap potensi di luar lapangan.
“Soal gerai atau toko resmi itu sudah kita rencanakan. Bahkan kita sudah meninjau ke lokasinya yang ada di dekat pintu masuk (stadion) di sebelah kiri. Kita akan bikin semacam megastore. Jadi nanti disitu ada cafe, ada penjualan merchandise, bahkan kedepan akan kita lengkapi dengan museum,” ujar Direktur Marketing PT Sriwijaya Optimis Mandiri Pahri Azhari ditemui di Hotel Batiqa Palembang, Rabu (07/08).
Menurut Pahri, nantinya di museum mini itu akan dipajang seluruh prestasi dan memorabilia Sriwijaya FC seperti piala, sertifikat, jersey sepanjang kompetisi. Dengan begitu, kata Pahri, tempat tersebut nantinya bisa menjadi objek wisata olahraga.
“Masyarakat Sumsel dan pengunjung dari luar daerah kita ajak kesana. Tidak hanya hari pertandingan saja tapi sehari-hari dibuka terus. Jadi para pengunjung khususnya yang menggemari Sriwijaya FC bisa mengetahui sejarah klub yang pernah meraih double winner,” tuturnya.
Tak cukup sampai disitu, manajemen juga berencana merombak kamar ganti pemain agar lebih nyaman lagi bagi pemain maupun pengunjung. Sebab sudah masuk dalam rencana bahwa kamar ganti pemain menjadi salah satu tempat yang dikunjungi pengunjung pada stadion tour.
“Ruang ganti pemain kita rombak dan ganti suasananya, sehingga masyarakat saat melakukan stadion tour bisa melihat tempat-tempat bersejarah bagi klub ini. Bisa saja nanti pada stadion tour melibatkan pemain legenda Sriwijaya FC seperti Ferry Rotinsulu sebagai guide,” kata mantan Bupati Musi Banyuasin ini.
Untuk memantapkan rencana ini, lanjut Pahri, manajemen kemungkinan akan menggelar studi banding ke klub yang sudah memiliki toko serupa seperti Persib Bandung dan Bali United.
“Kita harus banyak belajar dari mereka masalah manajemen (marketing) ini. Sesegera mungkin kita akan mulai (pembangunannya) saat Sriwijaya FC masih berjuang di Liga 2. Kita siapkan semuanya sebelum Sriwijaya naik ke Liga 1,” tukasnya. (ije)

















