KAYUAGUNG, fornews.co – Guna Menangkal dan mencegah tumbuh kembang paham-paham radikalisme di wilayahnya, Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan penyuluhan kepada sejumlah instansi di wilayahnya. Hal ini salah satunya dimulai dari kalangan santri dari Pondok Pesantren Ma’had Usmani, Kamis (03/10).
Anggota Binmas Polres OKI, Aipda Imam mengatakan, pada penyuluhan ini pihaknya menyampaikan akan bahayanya paham radikalisme. Walaupun, diakuinya untuk wilayah OKI sendiri belum ada tanda-tanda kelompok intoleran dan radikal.
“Kita akan terus melancarkan sosialiasi dan penyuluhan ke pelosok kabupaten. Yang diawasi sampai sekarang belum ada, tapi yang namanya kepolisian tetap waspada,” katanya.
Ditegaskannya, pengenalan paham redikalisme kepada santri bertujuan agar mereka tidak mudah terprovokasi. “Jadi kami ingin memberi tahu paham radikalisme agar nanti ketika keluar dari lingkup pondok pesantren turun ke masyarakat jangan sampai mudah terprovokasi, dengan tawaran janji kepada santri,” ujarnya.
Dirinya menilai, para pelaku radikal ini, memang banyak yang sengaja mengincar anak-anak, karena relatif lebih mudah digiring untuk mengikuti alur mereka. Untuk itu, setiap bulan pihaknya rutin melakukan kegiatan ini.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ma’had Usmani, Agus Nan Adi Yarsat mengungkapkan pihaknya menyambut baik penyuluhan antisipasi paham radikalisme dikalangan generasi muda secara langsung. “Alhamdulillah penyuluhan semacam ini dari aparat. Selaras dengan upaya kami menghindari radikalisme,” ungkapnya.
Ditambahkannya, aturan yang sama juga diterapkan bagi para santrinya agar jauh dari paham-paham asing yang dianggap berbahaya. “Sudah jelas dalam pelajaran agama Islam sangat melarang perbuatan yang menyalahi kaidah, dan akan lebih di tekankan kepada seluruh santri,” tuturnya. (rif)

















