JAKARTA, fornews.co – Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menyebut ada tiga hal yang menjadi catatan tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) sebagai bahan evaluasi pada pelaksanaan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2023 lalu.
Evaluasi tersebut disampaikan Plt Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI bersama perwakilan Kementerian PANRB di Gedung DPR RI, Rabu (1701/2024), terkait rencana seleksi CASN 2024 sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimana pemerintah akan membuka 2,3 juta formasi CASN.
Haryomo menyatakan, tiga hal yang menjadi catatan tim Panselnas pada pelaksanaan seleksi CASN 2023 lalu, sebagai bahan evaluasi untuk seleksi CASN 2024 nanti pertama, pada fase seleksi administrasi ditemukan bahwa Pansel Instansi tidak akurat dalam melakukan verifikasi, baik pada kualifikasi pendidikan, sertifikasi yang tidak valid, pengalaman kerja, dan NIK yang tidak ditemukan.
“Kedua, pada fase pelaksanaan seleksi masih ditemukan praktik perjokian,” ujar dia.
Ketiga, ungkap Haryomo, pada fase hasil seleksi, konversi nilai CAT sebagai dampak dilaksanakannya Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) yakni, nilai CAT lebih besar atau sama dengan dari 50%, nilai SKTT lebih kecil atau sama dengan 50% (norma umum) dan nilai CAT 70% + nilai SKTT 30% (guru).
“Tak hanya itu, proses DRH (Daftar Riwayat Hidup) terhambat karena terbatasnya kapasitas fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan peserta yang lulus, khususnya di daerah 3T,” ungkap dia.
Haryomo menjelaskan, untuk pengumuman dan seleksi administrasi pada Seleksi CASN dan Seleksi Kedinasan periode I dimulai pada pekan pertama bulan Maret 2024.
“Untuk mengakomodir formasi itu, BKN melaksanakan seleksi CASN 2024 dengan melakukan sebanyak tiga periode,” jelas dia.
Pada periode II nanti, tambah dia, akan dilaksanakan pengumuman dan seleksi administrasi penerimaan CASN dan PPPK pada bulan Juni 2024.
“Sedangkan untuk periode III pengumuman dan seleksi administrasi penerimaan CASN dan PPPK akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024,” tandas Haryomo. (kaf)
















