
PENDOPO,fornews.co-Sejumlah warga dari beberapa desa di Kabupaten PALI melakukan aksi unjuk rasa di simpang empat Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Senin (3/04) sekitat pukul 10.00 WIB. Warga menuntut dan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI bisa memfasilitasi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, untuk menghentikan angkutan batubara yang melintas mulai dari pintu masuk Kabupaten PALI hingga ke Desa Sebane PALI.
Mereka menilai angkutan batubara itu sangat merugikan masyarakat. Selain, jalan jadi rusak dan berlobang. Angkutan batubara menimbulkan debu bertebaran. Belum lagi banyaknya korban jiwa akibat tertabrak angkutan batubara. Warga juga meminta pihak Disnakertrans PALI untuk menindaklanjuti dokumen-dokumen tenaga kerja asing di perusahan batubara yaitu PT Energy Prima Indonesia (EPI) dan meminta perusahaan memperbaiki jalan yang rusak. Menurutnya, selama beroperasinya perusahaan tersebut, tidak banyak menguntungkan bagi masyarakat PALI.
“Kami minta tolong kepada pihak terkait khususnya Pemkab PALI untuk menindaklanjuti dan memfasilitasi tuntutan kami,” kata kordinator aksi Iqbal saat dibincangi disela-sela aksi. Menurut Iqbal, warga meminta kesejateraan bukan debu akibat truk batubara melintas. Makanya warga meminta aktivitas perusahaan untuk stop beroperasi sampai adanya kesepakatan dan jika belum ada titik temu warga akan mengelar aksi yang lebih besar dan mulai hari ini truk di stop.
Sekitar pukul 13.00 WIB, warga berdialog dengan Pemkab PALI yang diwakili Asisten I, Gogor Wirabumi, Kepala Dishub PALI Sunardin, Kapolsek Talang Ubi, Kompol Victro Edward Tandoes.
“Kami akan menampung aspirasi masyarakat dan akan melayangkan surat ke Pemprov, apa yang diminta warga hari ini. Untuk keputusanya nanti setelah ada keputusan dari Provinsi,” kata Asisten I Setda PALI, Gogor Wirabumi .
Sementara perwakilan dari PT EPI, Bambang mengatakan, angkutan batubara stop beroperasi sampai adanya keputusan dari pemerintah. “Untuk saat ini stop dulu sampai menunggu hasil keputusan dari pemerintah,” katanya. (son)
















