
BATURAJA, fornews.co – Perjuangan Hamim, pelajar SMKN 3 OKU untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) cukup berat. Mengapa tidak, dia datang ke sekolah harus diangkut menggunakan mobil pickup oleh keluarganya.
Selain itu, dirinya harus menggunakan kursi roda saat masuk ruangan mengerjakan soal UNBK. Hamim belum bisa berjalan lantaran belum lama mengalami kecelakaan sehingga kakinya patah.
Untuk memberikan kenyamanan dan bisa mengerjakan soal dengan tenang, pihak sekolah mempersiapkan ruangan khusus untuknya. Sehingga dirinya sendirian mengerjakan soal dalam ruangan tersebut.
“Sudah siap untuk mengikuti ujian. Sudah belajar juga,” ucap Hamim singkat sebelum mengerjakan soal, saat ditemui Senin (03/04).
Selain Hamim, ada satu siswa yang mengerjakan di ruang khusus. Yakni berinisial AF. Lantaran terlibat tindak pidana dan harus mendekam Rutan Klas II Baturaja. Saat menjalani ujian, AF didampingi petugas dari Rutan dan dari lembaga perlindungan anak.
“Selain kami, ada sekolah yang mengikuti UNBK di sini. Yakni SMKN 4 OKU dan SMK PGRI 2. Kami siapkan sekitar 150 komputer. Tapi yang digunakan 144 unit. Sisanya untuk persiapan jika ada kendala,” kata Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMKN 3 OKU.
Pelaksanaan UNBK lanjutnya dibagi tiga sesi dalam satu hari. Untuk hari pertama mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia. “Sejauh ini tidak ada kendala. Listrik dan sinyal lancar,” pungkasnya. (gus)

















