PALEMBANG, fornews.co – Rendra (23) warga Kopral Paiman Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, babak belur dihajar warga, saat sedang melakukan aksi pencurian sepeda motor di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jalan A Yani, Palembang, Sabtu (17/11) sekitar pukul 11.00 WIB.
Beruntung petugas patroli lalu lintas Polresta Palembang, yakni Bripka
Febriansyah, sedang melintas di TKP (tempat kejadian perkara) dan langsung mengamankan terduga pelaku Curanmor ke Polsek SU II.
Informasi dihimpun, saat melakukan aksinya, Rendra tak sendiri, melainkan bersama rekanya yakni IN (23) (DPO). Dalam melancarkan aksinya, mereka menyamar sebagai mahasiswa dengan memakai almamater Universitas Muhammadiyah.
Belum berhasil membawa kabur sepeda motor incarannya, aksinya pun dipergoki petugas keamanan kampus dan membuat keduanya pun berusaha kabur. Namun, warga dan mahasiswa mengetahui hal itu langsung mendekati terduga pencuri dan menghakiminya.
“Jadi saat melakukan askinya, mereka ini berdua dengan modus berpura-pura sebagai mahasiswa di kampus dan memakai almamater universitas itu,” terang Kapolsek SU II, Kompol Yenny Diarti, saat dikonfirmasi.
Yenny mengatakan, hingga kini pelaku sudah diamankan di Polsek SU II,
untuk diperiksa terkait aksinya guna dikembangkan. “Masih kita periksa untuk dikembangkan. Ini karena masih ada rekannya yakni IN yang berstatus DPO dan akan kita kejar,” tegasnya.
Selain mengamankan pelaku, ditemukan juga barang bukti berupa dua buah kunci liter T, almamater Universitas Muhammadiyah Palembang yang digunakan pelaku saat beraksi, satu bilah sajam dan motor X-Vion milik korban.
“Atas ulahnya, pelaku diancam Pasal 363 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara di atas 5 tahun,” katanya.
Sementara, Rendra mengaku, baru pertama kali melakukan aksi ini. “Saya ini diajak teman saya IN pak. Awal dia minta saya untuk temaninya ke kampus, dengan alasan mau bertemu dengan temannya. Saya tidak tahu jika saya mau diajak mencuri,” kilahnya.
Ditanya mengenai di mana mendapat almamater yang dipakainya, ia berdalih, tidak tahu menahu. “Saya pakai almamater itu dari IN, saya disuruh pakai aja pak,” katanya. (irs)

















