
BATURAJA-Pengaruh pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemerintah Pusat terhadap keuangan daerah, berimbas pada ketidak produktifannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Sebagaimana terjadi di Dinas Sosial (Dinsos) setempat, yang mengaku tidak dapat berbuat banyak terhadap maraknya anjal dan gepeng. Anjal dan gepeng di Baturaja, terbilang tumbuh subur. Setiap hari, selalu saja terlihat ada wajah baru mencari belas kasihan masyarakat untuk mendapatkan pundi-pundi uang. “Sekarang ini, dengan keterbatasan anggaran, kami tidak bisa berbuat banyak,” tutur Kasi Anak Keluarga Lansia (AKL) Dinsos OKU, Jauhari kepada wartawan Selasa (08/11).
Menurut dia, kondisi keuangan daerah yang defisit banyak program-program di dinas tersebut tidak dapat dilaksanakan. Sebab, anggaran yang sudah diajukan juga harus dipangkas sehingga tidak semua program dapat terakomodir termasuk penertiban anjal dan gepeng. “Tidak ada yang bisa dilakukan, karena anggaranya tidak ada,” ucapnya.
Terpisah, Budi (46), warga Baturaja mengaku, tempat tinggalnya (Baturaja) sudah seperti tempat penampungan anjal dan gepeng. Setiap harinya selalu ada wajah-wajah baru (bertambah), meminta belas kasihan masyarakat dengan berbagai cara. Bahkan, ada di antara gepeng yang meminta-minta jika tidak diberi maka mengumpat atau membuat warga tidak nyaman.
“Di sini anjal dan gepeng, mereka sepertinya memang dipelihara. Pemerintah juga tidak melakukan penertiban. Padahal ini tidak baik, kalau sampai diketahui orang pendatang sekedar jalan-jalan atau berwisata,” tukas Budi. (ibr)
















