BATURAJA, fornews.co – Puluhan pasien mata RSUD Ibnu Sutowo Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melancarkan protes “ngamuk” ditrmpat antrian nomor poli mata Kamis (05/07), lantaran sudah tiga hari tidak dapat nomor antrian untuk mendapatkan pelayanan.
Seperti halnya dikatakan oleh M said warga OKU Selatan, mengatakan bahwa dirinya tiba jauh sebelum antrian dibuka oleh Satpam jaga poli mata. Namun saat buka nomor antrian tidak ada lagi. Padahal pihak rumah sakit telah menetapkan buka pendaftaran pukul 05.00 WIB, namun pada prosesnya, warga yang datang pukul 03.00 WIB tidak mendapatkan nomor antrian dengan alasan nomor antrian untuk poli mata sudah habis.
“Kemana nomor antrian jika kita sudah nunggu jauh sebelum buka tapi pas buka sudah tidak ada lagi. Satpam yang pegang nomor antrian juga tidak menjelaskan apakah nomor antrian sudah habis untuk pasien yang antri kemarin atau bagaimana,” kata Said.
Lagi pula cerca Said, dokter mata RSUD baru masuk hari ini, setelah sebelumnya dokter mata RSUD tidak masuk 2 Minggu karena cuti. “Baru masuk hari ini lagi dokternya, katanya cuti. Apakah tidak ada dokter umum untuk menggantikannya, bagaiamna kalo pasien yang urgent harus ditangani dengan benar,” ujarnya.
Rohman, warga Sukaraya, juga menambahkan, dirinya datang hanya untuk meminta rekomendasi dari rumah sakit untuk anaknya yang akan digunakan keperluan sekolah. Namun kata dia, melihat kondisi seperti ini anaknya tidak akan mendapat rekomendasi buta warna dari rumah sakit.
“Saya ke sini keperluan sekolah, jika anak saya tidak buta warna. Tapi kalau lihat seperti ini, jauh panggang dari api anak saya bakalan dapat rekomondasi. Yang susahnya pihak sekolah harus dapat rekomendasi dari rumah sakit pemerintah, ya mau bagaimana lagi,” tutur Rohmah.
Menanggapi reaksi warga demikian itu, Humas RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, Turipno hanya bisa meminta maaf kepada pasien mata, karena pihak rumah sakit sudah melakukan tindakan semaksimal mungkin agar setiap pasien yang datang bisa terdaftar.
Namun hanya saja Turipno mengatakan, dokter mata yang dimiliki oleh RSUD hanya satu orang serta RSUD Ibnu Sutowo menjadi rumah sakit rujukan dari OKU Timur, OKU Selatan, Waykanan, jadi otomatis pasien membeludak.
Turipno juga mengatakan, jika pihak rumah sakit saat ini sudah memberlakukan siapa yang terlebih dahulu datang dia yang mendapat nomor antrian. “Sudah kita berlakukan hal tersebut siapa yang duluan datang, dia yang mendapatkan nomor antrian. Sudah kita buat aturan 1 pasien hanya 10 menit jadi dengan 50 pasien bisa sampe jam 3 hingga jam 4 sore, itupun sudah melebihi jam kerja,” terangnya.
Untuk masalah dokter yang tidak masuk terang Turipno, dia (dokter) mempunyai hak cuti tahunan selama 10 hari kemudian setelah itu melanjutkan mengikuti simposium di Barcelona, jadi baru selesai kemari dan mulai masuk hari ini.
Kenapa tidak boleh gantikan dengan dokter umum, Turipno menjelaskan, masalah penyakit mata harus ditangani oleh spesialis mata dan tidak bisa digantikan oleh dokter umum. (gus)
















