JAKARTA, fornews.co – Berbeda dengan relawan pada umumnya yang bekerja secara berkelompok dan berkerumun, keberadaan relawan Covid-19 harus menjalankan aksi kemanusiaan tanpa harus berkumpul yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan justru dapat menyebarkan penularan wabah coronavirus.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Koordinator Relawan Covid-19 Andre Rahadian. Menurutnya, tantangan dari para relawan Covid-19 ini adalah menghadapi bencana tak kasatmata pertama kali terjadi di dunia yang penularannya melalui interaksi manusia.
“Mereka ini terbiasa menghadapi bencana alam dengan mendirikan Posko, pengumpulan logistik, dan berkumpul. Tapi kali ini, untuk pandemi Covid-19, nggak bisa seperti itu,” ujar Andre.
Andre menyebutkan Relawan Covid-19 ini harus bergerak bersama tanpa berkumpul. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyamakan strategi saat aksi di lapangan.
“Kami melakukan pelatihan secara daring dan melakukan koordinasi sebelum bergerak tanpa berkumpul. Dan ini edukasi dari perubahan perilaku di masa pandemi Covid-19,” katanya.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan rasa bangga dan mengapresiasi para Relawan Covid-19 yang telah berjuang dalam memutus mata rantai pandemi ini.
Pria yang sehari-hari menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) ini berharap semoga apa yang telah dikerjakan kemarin-kemarin, saat ini, dan yang akan datang membuat bangsa kita kian kokoh, kuat, dan tangguh.
“Karena bangsa kita adalah bangsa yang mampu membuktikan dan menunjukkan bisa menangani masalah pandemi Covid-19 dengan baik sehingga terbebas dari masalah krisis ekonomi dan mengurangi risiko,” tutur Doni. (ads/ije)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun
















