JAKARTA, fornews.co – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok masyarakat yang menyuarakan aspirasi secara terbuka belakangan ini, dikhawatirkan memicu timbulnya klaster baru Covid-19. Aksi unjuk rasa itu pun meluas di berbagai daerah dan mengundang kerumunan.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengingatkan, saat ini masih dalam kondisi pandemi.
“Mari kita ingat bahwa kita masih dalam kondisi pandemi, ada kedaruratan kesehatan masyarakat. Untuk itu kami ingatkan kembali kepada masyarakat untuk bahu-membahu menurunkan angka kasus Covid-19,” ujarnya, Kamis (08/10).
Wiku mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Ketika berada di luar rumah, masyarakat hendaknya menghindari kerumunan. Ia berharap tidak ada klaster yang timbul dari kerumunan massa dari kegiatan yang sedang berlangsung akhir-akhir ini.
“Sinergi seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama penekanan kasus positif Covid-19 di daerah. Tanpa adanya sinergi, maka kasus di daerah akan terus meningkat. Ingat, perang melawan Covid-19 adalah kerja bersama kita,” kata Wiku.
Wiku pun menganjurkan para peserta aksi unjuk rasa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menyampaikan aspirasinya. Dan ia berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat terlindungi dari Covid-19.
Selain aksi unjuk rasa, Wiku juga merujuk pada peningkatan kasus yang berdasar dari libur panjang beberapa waktu lalu, di mana ditemukan lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa pekan setelah masa libur panjang.
“Jangan sampai hal ini terjadi lagi, karena jika ini terkena pada kelompok rentan, usia lanjut, dampaknya fatal. Kami ingatkan sekali lagi betul-betul menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat,” tutur Wiku. (ije)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

















