YOGYAKARTA, fornews.co--Meski diprediksi pertumbuhan ekonomi dunia bakal merosot, namun pemerintah pusat menyediakan dana bergulir sebesar 1 Triliun untuk Koperasi.
Hal ini disampaikan Presiden Jowo Widodo, melalui pertemuan virtual dengan pejabat pemerintahan dan perwakilan koperasi.
Pertemuan virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, di Istana Merdeka Jakarta.
“Ekonomi Indonesia di kuartal pertama masih tumbuh 2,97%, tapi di kuartal kedua anjlok menjadi -4,3 sampai -5%,” kata Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo mempertanyakan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal itu.
“Tentu dengan cepat memberikan rileksasi dan restrukturisasi bagi UKM dan koperasi, biar tidak terkena imbas ekonomi dunia,” kata Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo berharap. kondisi ekonomi nasional di kuartal ketiga dapat kembali naik.
Ia khawatir jika pada kuartal ketiga nasional tidak ada perbaikan, ke depan ekonomi Indonesia justru akan semakin sulit.
“Untuk itu, saya mengajak semua pihak bergerak bersama menghidupkan perekonomian kita.”
“Sekarang ini kondisinya sudah mulai tampak membaik. Konsumsi dan import kita sudah mulai naik, sehingga ini menjadi momentum yang harus kita jaga, jangan kita lewatkan.”

Seluruh koperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat menerima dana bergulir.
Dana bergulir sebesar Rp 1 Triliun itu dikelola oleh Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM RI.
Koperasi dapat menerima dana bergulir setelah terlebih dahulu mengajukan dana kepada pengelola dana bergulir.
Tapi dana bergulir itu bukanlah sumbangan, melainkan pinjaman berbunga lunak yang dicicil 3-12 bulan.
Masing-masing koperasi dimungkinkan dapat menerima dana bergulir hingga Rp 50 miliar.
“Jadi ini bukan sumbangan, tapi pinjaman yang bisa dengan mudah didapat, bunga lunak, dan cicilannya 3-12 bulan,” jelas Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Drs. Tri Saktiyana, M.M., Kamis.
Tri mengatakan, dana yang digulirkan ke koperasi-koperasi juga akan digulirkan kepada anggota-anggota koperasi dan UMKM.
Namun, ungkap Tri, sejumlah koperasi terdampak pandemi di DIY telah menerima dana bergulir.
Pihaknya berharap koperasi yang lain dapat ikut mengajukan dana agar perekonomian bisa segera pulih.
Pada pertemuan virtual itu turut hadir Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Ruang nDalem Ageng, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.
Pertemuan virtual juga dihadiri perwakilan koperasi dan UKM penerima dana bergulir di seluruh Indonesia.
Kementerian Koperasi dan UKM RI berharap, pemberian dana bergulir dapat kembali memulihkan dan membangkitkan perekonomian nasional. (adam)

















