JAKARTA, fornews.co – Rencana pengelolaan inti kelapa sawit menjadi biofuel yang diinisiatori Bupati Muba Dodi Reza Alex mulai mendapat sorotan internasional. Bahkan, Dodi diminta pihak Konsulat Jenderal RI untuk Houston, Amerika Serikat, menjadi pembicara Renewable Energy (energi terbarukan) Indonesia-USA di Houston, Amerika Serikat, pada bulan Mei mendatang.
Hal ini terungkap setelah pertemuan Konsulat Jenderal RI untuk Houston Amerika Serikat, Dr Nana Yuliana dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Energi Halim Kalla dengan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex di Hotel Fairmont, Senin (18/02).
Pada kesempatan tersebut, Dodi didampingi Dosen Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), Dr Martha Aznury, Kabag Humas Pemkab Muba Herryandi Sinulingga dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putra.
“Pak Bupati Dodi Reza ini satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang kami undang untuk jadi pembicara pada rangkaian kegiatan renewable energy USA di Houston,” ujar Konsulat Jenderal RI untuk Houston, Amerika Serikat, Nana Yuliana didampingi Staf Konsulat Jenderal RI untuk Houston, Amerika Serikat, Bidang Informasi, Sosial dan Budaya Romanna Sirait.
Menurutnya, inovasi energi terbarukan pengelolaan inti kelapa sawit milik petani rakyat di Muba menjadi biofuel tersebut merupakan terobosan inovasi energi yang sangat luar biasa.
“Ini juga merupakan bentuk perhatian serius Bupati Muba Dodi Reza untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat dan khususnya upaya mendongkrak harga sawit di kalangan petani,” tuturnya.
Menurut Nana, dengan menghadirkan Bupati Muba Dodi Reza Alex menjadi pembicara di forum Renewable Energy Indonesia-USA di Houston, Amerika Serikat, nantinya tentu membuka peluang investasi dan menarik investor di Amerika Serikat yang sangat tertarik dengan inovasi energi terbarukan di Musi Banyuasin.
“Ini peluang besar. Kami pihak Konsulat Jenderal RI untuk Houston, Amerika Serikat, merasa sudah sangat pas mengundang pak Bupati untuk mengupas ini di kancah internasional dan ini akan menjadi peluang investasi baru di dunia yang memberikan kontribusi besar dan positif untuk Indonesia,” terangnya.
Selanjutnya Nana juga ingin mengajak Kabupaten Musi Banyuasin dibawa kepemimpinan Dodi Reza Alex menjajaki kerja sama dalam kaitan program sister city dengan Kota Oklahoma terkait pengembangan program pariwisata yang ada di Muba.
“Antara Muba dan perkotaan di Oklahoma ini banyak kesamaan. Nah, inilah nantinya yang akan menjadi project pariwisata khususnya pariwisata sungai, karena antara Muba dan Oklahoma ini pengelolaan pariwisata sungainya memiliki banyak kesamaan,” ungkap Nana.
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan, dirinya siap menghadiri undangan tersebut untuk menjadi pembicara energi biofuel serta menyambut baik rencana kerja sama untuk menggaet investor di Amerika Serikat untuk biofuel tersebut.
“Jadi, biofuel di Muba saat ini benar-benar menjadi sorotan di tingkat nasional maupun internasional dan ini akan menjadi peluang investasi baru yang diminati dan sangat berkontribusi untuk kemajuan daerah Muba dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat yang ada di Muba,” tuturnya.
Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini juga menambahkan, sebelumnya keseriusan dirinya untuk mewujudkan energi terbarukan biofuel ini telah dilakukannya dengan menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS).
Dodi menambahkan, upaya pembenahan tersebut diharapkan mampu menyentuh kebutuhan pokok pekebun sawit untuk memperjuangkan terwujudnya pekebun sawit yang sejahtera, mandiri, berdaulat dan berkelanjutan.
“Kita juga nantinya berencana akan membangun mini refinery untuk penampungan sementara. Sebagai langkah awal, produksi turunan dari tandan buah segar itu akan dikirim ke kilang minyak milik Pertamina di Plaju, Palembang,” bebernya.
Mantan anggota DPR RI dua periode ini menambahkan, setelah berjalan nantinya di tahap awal dirinya akan mewajibkan seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Muba menggunakan bahan bakar atau biofuel tersebut untuk operasional.
Kemudian, terkait program kerja sama sister city Oklahoma dan Kabupaten Muba, tentu akan menjadi kerja sama yang sangat pas, mengingat di Oklahoma pengelolaan pariwisata sungainya sama dengan Kabupaten Muba. “Harapannya nanti pariwisata sungai di Muba akan semakin maju dan makin diminati pengunjung,” tukasnya.
Terpisah, Dosen Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), Dr Martha Aznury menyebutkan, Kabupaten Muba dalam mengembangkan energi baru terbarukan mempunyai peluang besar dengan memanfaatkan industri minyak kelapa sawit. Hasil dari industri minyak kelapa sawit yaitu crude palm oil (CPO) selain untuk pangan juga dapat menjadi energi baru terbarukan yang disebut biofuel.
“Pengembangan biofuel akan memberikan peluang untuk memperkecil penggunaan energi fosil, mengurangi dampak pemanasan global serta menambah nilai ekonomi bagi petani kelapa sawit,” pungkasnya. (ije)

















