PALEMBANG, fornews.co – Menyambut LaLiga musim depan, FC Barcelona mendatangkan striker anyar berusia 19 tahun dari São Paulo FC. Apa istimewanya pemain ini sehingga Barcelona memagarinya dengan klausul rilis 300 juta euro?
Barcelona kembali memiliki calon bintang setelah mendatangkan Gustavo Maia dari São Paulo FC. Setelah mendatangkan Pedri dan Francisco Trincão, dan kemunculan bintang muda seperti Ansu Fati, Riqui Puig, dan Ronald Araújo dari akademi La Masia, Maia adalah bintang muda teranyar yang diyakini dapat membentuk masa depan Barça.
Maia adalah penyerang berusia 19 tahun asal Brasil, yang didatangkan dengan harga 4,5 juta euro. Setelah Barcelona membayar uang muka sebesar 1 juta euro ke São Paulo FC, Barça lalu membayar sisa 3,5 juta euro untuk membawanya ke Camp Nou setelah mereka terpukau dengan performa Maia di akademi. Tak hanya itu, Barça juga memasukkan klausul rilis sebesar 300 juta euro untuknya. Meskipun Maia belum pernah mencatatkan penampilan di tim utama, tetapi ia memiliki catatan gol dan raihan trofi impresif.
Maia lahir di Brasilia, dan ia pindah ke São Paulo pada usia 14 tahun. Ia harus menjalani tiga trial berbeda untuk menembus akademi São Paulo FC, dan sejak itu ia berhasil bermain impresif berkat kecepatannya, keterampilannya, dan kemampuannya bermain di banyak posisi. Meskipun Maia kuat di kaki kanan, posisi favoritnya adalah di sisi kiri penyerangan, membuatnya sering bermain menusuk ke dalam, seperti gaya bermain legenda Barcelona dan LaLiga, David Villa. Meskipun begitu, ia telah menunjukkan bahwa ia dapat bermain di berbagai posisi di lini serang. Ia adalah contoh pemain yang disukai oleh Barcelona dalam beberapa tahun terakhir.
Di level internasional, catatan Maia cukup produktif. Ia memenangi tujuh trofi bersama tim muda Brasil yaitu Copa Brasil Votorantim U15 di tahun 2016, Aspire Tri-Series U16, Taça BH U17, Salvador Cup U17, Copa Ouro U17 pada tahun 2017, FAM Cup U17, dan J-League Challenge Cup U17 di tahun 2018. Tahun 2018 adalah tahun terproduktif Maia, dimana ia mencatatkan 30 gol dalam 36 pertandingan.
Ia lalu berpartisipasi di Copinha, sebuah turnamen anak muda di São Paulo, dan kembali memukau para pencari bakat. Ia mencetak gol luar biasa ketika melawan Coritiba, di mana ia menerima dan mengontrol bola dengan dadanya, lalu menendangnya dari jarak jauh dengan teknik setengah tendangan voli. Ia lalu dinominasikan dalam penghargaan Prêmio Dener, penghargaan untuk gol terbaik dalam turnamen tersebut.
Meskipun Maia belum pernah mencatatkan penampilan untuk tim senior São Paulo FC, ia menghabiskan sisa musimnya untuk berlatih bersama tim senior São Paulo FC, dan bahkan sempat masuk ke susunan tim sebagai pemain cadangan. Ia menghabiskan sisa musimnya dengan berlatih dengan beberapa pemain dengan pengalaman di LaLiga, seperti Juanfran, Alexandre Pato, dan Dani Alves.
Lalu, ketika Maia akan menjalani debutnya bersama tim senior, pandemi virus Corona merebak. Maia lalu tak sempat menjalani debutnya bersama tim senior São Paulo FC, tapi ia telah berlatih keras dalam beberapa bulan terakhir bersama pelatih pribadi, dan ia juga sedang mengambil kursus bahasa Spanyol juga untuk mempersiapkan kepindahannya ke Spanyol.
Setelah didatangkan oleh Barcelona, Maia akan bermain bersama tim Barça B di kasta ketiga sepak bola Spanyol, dan ia akan menjadi pemain Brasil ke-31 yang membela Blaugrana di LaLiga Santander dalam waktu dekat. (ije)

















