JOGJA, fornews.co — Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) telah menjadi platform penting dalam memperkuat ekosistem sinema di Jogjakarta dan Indonesia.
Seiring berkembangnya distribusi digital secara global, Indonesia menjadi salah satu pasar film terbesar di Asia Tenggara, yang menuntut kehadiran sineas dan tenaga profesional berkualitas.
Lahirnya JAFF Market sebagai hub industri bukan hanya sebagai ruang temu industri, namun, telah menjadi penghubung bagi sineas, talenta baru, kreator konten, investor, institusi film, media, dan komunitas film.

Hadirnya JAFF Market sebagai strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan, merancang solusi, dan merayakan kolaborasi yang berdampak bagi masa depan industri film Indonesia.
Sebagai pasar film terbesar di Asia Tenggara, JAFF Market, telah membuka peluang kerja sama dan bisnis lintas sektor industri.
“Dengan berbagai program unggulan, JAFF Market terus berkembang sebagai event industri terkemuka yang mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem film Indonesia yang dinamis,” sebut AFF melalui keterangan pers, Jum’at, 30 Mei 2025.
Melanjutkan komitmen tahun lalu, JAFF Market kedua menghadirkan enam program unggulan:
- JAFF Future Project (Inkubasi Proyek dan Pendampingan Kreatif)
- Content Market (Presentasi IP dan Business Matchmaking)
- Talent Day (Mentorship Talenta Baru dan Networking)
- Film and Market Conference (Forum Diskusi Industri dan Dialog Kebijakan)
- Market Screening (Pemutaran Privat untuk Audience, Buyer dan Distributor)
- Film Lab (Workshop Khusus dan Pengembangan Proyek)
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang berdiri tahun 2006 telah merespons perkembangan distribusi digital sejak awal 2000-an, dan telah menjadi platform penting di Asia Pasifik.
















