YOGYA, fornews.co—Anak bukan hanya menjadi urusan negara melainkan juga tanggung jawab orang tua, keluarga dan lingkungan.
Meningkatnya jumlah anak terlantar (anak jalanan red.) menjadi persoalan serius. Pasalnya, mereka harus menghidupi dirinya sendiri.
Penyebab utama anak berada di jalan untuk mencari nafkah adalah kemiskinan.
Beban ekonomi dan berbagai alasan kemiskinan cenderung membuat orang tua melepaskan tanggung jawab pengasuhan terhadap anak.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyebut setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang. Berhak pula atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Yayasan Rumah Impian Indonesia (Dreamhouse) yang berkantor di Kalasan, Sleman, Yogyakarta, telah melakukan pembinaan kepada anak-anak jalanan di Kota Yogyakarta sejak tahun 2006.
Banyak anak jalanan yang kemudian disekolahkan dan diasramakan sehingga mendapatkan pendidikan di luar sekolah.
Sepanjang 17 tahun setidaknya ada 80 anak telah disekolahkan Yayasan Rumah Impian Indonesia (YRII).
Yayasan Rumah Impian menyebut anak membutuhkan ruang dalam berpartisipasi, berbicara dan berkontribusi untuk mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Yayasan Rumah Impian Indonesia tidak hanya menawarkan rumah singgah bagi anak berisiko. Namun, juga membantu anak-anak yang ingin kembali bersekolah.
Anak-anak jalanan yang ingin kembali bersekolah itu kemudian diberikan program beasiswa. Mereka diperlakukan sebagai sebuah keluarga sekaligus indvidu yang unik.
“Visi kami mengubah anak-anak jalanan menjadi manusia yang mandiri dan penuh kasih sayang,” ungkap Yunita Yosepha salah satu pegiat YRII kepada fornews.co, Sabtu.
Baca: Celaka! Masih Banyak Orangtua Sesatkan Anak
Yayasan Rumah Impian yang akrab disebut Dreamhouse itu menjadi sahabat anak jalanan. Anak-anak jalanan diajak berdialog dalam berbagai forum terbuka salah satunya Forum Anak.
Forum Anak bertemakan “Dialog Bersama Anak” digelar oleh Yayasan Rumah Impian pada Sabtu sore tanggal 28 Oktober 2023.
Forum Anak yang digelar di Balai Desa Amandes, Karangploso, Kelurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melibatkan 18 anak usia 10-17 tahun dari lima wilayah dampingan.
Kelima wilayah dampingan tersebut yakni Tukangan 4 anak, Wonocatur 3 anak, Jogoyudan 7 anak, Sidomulyo dan Tlukan masing-masing 2 anak.

Kenapa anak-anak harus diberikan wadah dan ruang? Agar anak dapat terlibat secara aktif dalam proses pembuatan keputusan, mempromosikan hak-hak mereka sekaligus menjadi agen perubahan dalam lingkungan mereka.
Selain itu juga sebagai wadah diskusi, berpartisipasi, berbicara, dan berkontribusi dalam mengatasi berbagai isu yang mereka hadapi.
Yunita menyebut perlunya melakukan pengenalan dan pemahaman hak dasar anak sebagai upaya mewujudkan dan menguatkan Forum Anak.
“Termasuk upaya pendampingan khusus bagi anak-anak. Harapannya, mereka bisa menyampaikan ide gagasan dan berpartisipasi dalam perlindungan hak anak di lingkungannya,” terangnya.
Baca: Forum LKSA Sleman Sosialisasikan Perlindungan Anak Pengasuhan di Era Digital
Dalam kegiatan Forum Anak tersebut anak-anak dilatih mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di sekitarnya.
Anak-anak juga dibekali pengetahuan untuk mempermudah melakukan identifikasi permasalahan serta meningkatkan kepekaan sosial.
“Forum Anak adalah wujud memberikan ruang bagi anak,” tambah Yunita.
Melalui Forum Anak, sambungnya, Yayasan Rumah Impian akan menjadi wadah bagi anak berisiko untuk menyuarakan hasil pengalaman mereka.
Forum Anak ini akan membantu mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang mereka alami.
Baca: Yayasan Rumah Impian Indonesia bersama IPSPI DIY Sosialisasikan Hak dan Perlindungan Anak
Ke depan, permasalahan-permasalahan yang telah diidentifikasi akan disepakati bersama untuk dilakukan projek penelitian bagi anak-anak.
Dari kegiatan yang rutin digelar itu akan mampu menyuarakan permasalahan anak-anak berbasis data.
“Harapannya dapat menjadi pertimbangan dalam keputusan atau kebijakan bagi pemangku kepentingan,” tandasnya. (adam)
Copyright © fornews.co. All rights reserved.
















